Log in
Similar topics
Who is online?
In total there are 3 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 3 Guests :: 2 BotsNone
Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered usersThe newest registered user is Slogan
Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Top posters
| Admin (4097) | ||||
| mekganu (3628) | ||||
| Juang (3492) | ||||
| penditaputra (3027) | ||||
| tokkmudim (2844) | ||||
| Kalam (2631) | ||||
| myra_roses (2534) | ||||
| zafran0512 (2315) | ||||
| FeLiSeWoMaN (2310) | ||||
| tajuNM (2159) |
Stoning to death
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 5 of 5 • Share •
Page 5 of 5 •
1, 2, 3, 4, 5
Re: Stoning to death
Sudah fakta bahwa hukum rejam bagi pezina adalah hukum jahilyah, mereka syok dengan hadis buat mengganti hukum al-Quran. Kalau ditanya nabi-litubayyina ayat al-Quran yang mana fasal hukum rejam? ---> mereka gagal kemukakan ayat. satu fakta tiada terbantah.

antesa- Siswazah
- Number of posts: 201
Reputation: 0
Credits: 657
Registration date: 2011-02-26
Re: Stoning to death
silatgayung wrote:
45:6. Ini adalah ayat-ayat Allah yang Kami membacakan kamu dengan benar; maka dengan hadis apakah, sesudah Allah dan ayat-ayat-Nya, yang mereka akan mempercayai?
perhatikan rangkap bold dalam 45:6....
maka antara hadis Allah tersebut ialah kuasa autoriti yang besar kepada Nabi Muhammad......
Dalam ayat 45.6 di atas tidak ada disebutkan Muhammad,
melainkan
kamu yang dapat berarti siapa saja,
karena
Alquran diturunkan untuk manusia (2.185),
dan bukan untuk Muhammad saja.

faried- Pensyarah
- Number of posts: 915
Reputation: 0
Credits: 1711
Registration date: 2010-04-21
Re: Stoning to death
silatgayung wrote:
Maka tidaklah – Demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya. [an-Nisaa’ 4]
Ayat ini dengan tegas dan mutlak menerangkan kuasa dan Authority Rasulullah untuk menggubal dan menjatuhkan hukum secara tersendiri tanpa perlu dirujuk atau disandarkan kepada Al-Quran.
Itu hanya rekaan anda yang mengada-ada,
supaya
ada alasan pembenaran untuk harus mengikuti 'Hadis/Sunnah'.
Tidak mungkin seorang rasul memiliki hukum sendiri, namanya juga rasul, yang berarti pesuruh atau utusan.
silatgayung wrote:ayat ini tidak pulak menyatakan.....
.....Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dengan berpandukan Al-quran.....
Ayat dalam surah An Nisaa' memang tidak menyatakan hal tersebut,
tetapi
sangat banyak ayat yang mengharuskan untuk mengikuti dan mentaati petunjuk Allah dalam Alquran.
Al-Ma'idah (The Table Spread)
Wakatabna AAalayhim feeha anna alnnafsa bialnnafsi waalAAayna bialAAayni waalanfa bialanfi waalothuna bialothuni waalssinna bialssinni waaljurooha qisasun faman tasaddaqa bihi fahuwa kaffaratun lahu waman lam yahkum bima anzala Allahu faolaika humu alththalimoona
# 5:45 (Malay) Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang lalim.
Walyahkum ahlu alinjeeli bima anzala Allahu feehi waman lam yahkum bima anzala Allahu faolaika humu alfasiqoona
# 5:47 (Malay) Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.
Waani ohkum baynahum bima anzala Allahu wala tattabiAA ahwaahum waihtharhum an yaftinooka AAan baAAdi ma anzala Allahu ilayka fain tawallaw faiAAlam annama yureedu Allahu an yuseebahum bibaAAdi thunoobihim wainna katheeran mina alnnasi lafasiqoona
# 5:49 (Malay) dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
Tiga ayat di atas teramat sangat jelas dan tegas menyatakan bahwa keputusan atas suatu perkara haruslah mengacu dan mentaati kepada apa yang diturunkan Allah,
dan
Alquran diturunkan oleh Allah (2:185),
sehingga
jika Muhammad memutuskan sesuatu perkara pastilah berdasarkan Alquran,
dan
bukan berdasarkan kemaunnya sendiri,
karena
jika Muhammad menghukum menurut kemauannya sendiri dan bukan atas dasar apa yang diturunkan Allah,
maka Muhammad akan tergolong orang lalim (5.45) dan orang fasik (5.47),
dan hal tersebut tentu saja sangat mustahil.
Al-Baqara (The Cow)
Shahru ramadana allathee onzila feehi alquranu hudan lilnnasi wabayyinatin mina alhuda waalfurqani faman shahida minkumu alshshahra falyasumhu waman kana mareedan aw AAala safarin faAAiddatun min ayyamin okhara yureedu Allahu bikumu alyusra wala yureedu bikumu alAAusra walitukmiloo alAAiddata walitukabbiroo Allaha AAala ma hadakum walaAAallakum tashkuroona
# 2:185 (Malay) (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
'Hadis/Sunnah' tidak diturunkan Allah,
tetapi
diriwayatkan oleh polan bin polan,
dan
orang yang menghukum berdasarkan 'Hadis/Sunnah' = memutuskan perkara bukan berdasarkan apa yang diturunkan Allah = orang lalim dan fasik (5:45, 47).

faried- Pensyarah
- Number of posts: 915
Reputation: 0
Credits: 1711
Registration date: 2010-04-21
Re: Stoning to death
SG wrote:mari kita lihat logik ini pule....
apakah maskud "secara umum".....
KLCC terletak di Malaysia... ayat secara umum....
maka salah bila kita mengatakan KLCC terletak di perak dan kuala lumpur...
di sinilah perlunya sumber kedua {bagi kami Hadis/Sunnah } untuk memberikan jawapan khusus yang 100% tepat.....
Baik,
A. KLCC terletak di Malaysia. (ayat umum-dari perkataan di Malaysia)
B. Penzina perempuan & lelaki sebat 100 kali (ayat umum-dari perkataan sebat 100 kali)
Ok, ayat A dikhususkan lagi menjadi;
C. KLCC terletak di KL. (yang berubah di sini adalah Malaysia dikhususkan menjadi KL)
Bagaimana kita nak khususkan lagi ayat B di atas mengikut contoh KLCC itu? Cuba SG ubah 100 sebatan dikhususkan menjadi apa? sebab SG kata Malaysia boleh dikhususkan menjadi KL.
p/s: Jangan khususkan objek "penzina lelaki dan perempuan itu" sebab SG juga tidak khususkan objek "KLCC" itu. Kalau SG nak khususkan "penzina lelaki dan perempuan" itu, SG juga kena khususkan "KLCC" itu.

Admin- Canselor
- Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3394
Registration date: 2008-04-07
Re: Stoning to death
9:71. Dan orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, adalah wali-wali (sahabat-sahabat) satu sama lain; mereka menyuruh yang baik, dan melarang kemungkaran; mereka melakukan solat, dan memberikan zakat, dan mereka mentaati Allah dan rasul-Nya. Mereka itu, kepada mereka Allah mengasihani; sesungguhnya Allah Perkasa, Bijaksana.
orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, adalah wali-wali (sahabat-sahabat) satu sama lain - ayat umum.
Apakah kita nak tafsirkan ayat di atas sebagai orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin yang belum berkahwin adalah sahabat-sahabat?
9:72. Allah menjanjikan orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, tinggal selama-lamanya di dalamnya, dan tempat-tempat tinggal yang baik di Taman-Taman (Jannah) Adn; dan yang lebih besar, kepuasan hati Allah; itulah kemenangan yang besar.
orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai... - ayat umum.
Takkan kita nak kata orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin yang belum berkahwin sahaja dijanjikan Allah dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai..
Jadi, berdasarkan bukti2 yg diberi, hukuman sebat 100 kali ke atas penzina lelaki dan perempuan bukan hanya untuk yang belum berkahwin sahaja malah ianya juga untuk yang sudah berkahwin. Sama spt ayat 9:71 dan 9:72 di atas.
Hukuman rejam sampai mati ke atas penzina lelaki dan perempuan yang sudah berkahwin adalah penipuan semata-mata kerana tidak mengikut petunjuk al-quran.
orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, adalah wali-wali (sahabat-sahabat) satu sama lain - ayat umum.
Apakah kita nak tafsirkan ayat di atas sebagai orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin yang belum berkahwin adalah sahabat-sahabat?
9:72. Allah menjanjikan orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, tinggal selama-lamanya di dalamnya, dan tempat-tempat tinggal yang baik di Taman-Taman (Jannah) Adn; dan yang lebih besar, kepuasan hati Allah; itulah kemenangan yang besar.
orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai... - ayat umum.
Takkan kita nak kata orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin yang belum berkahwin sahaja dijanjikan Allah dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai..
Jadi, berdasarkan bukti2 yg diberi, hukuman sebat 100 kali ke atas penzina lelaki dan perempuan bukan hanya untuk yang belum berkahwin sahaja malah ianya juga untuk yang sudah berkahwin. Sama spt ayat 9:71 dan 9:72 di atas.
Hukuman rejam sampai mati ke atas penzina lelaki dan perempuan yang sudah berkahwin adalah penipuan semata-mata kerana tidak mengikut petunjuk al-quran.

Admin- Canselor
- Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3394
Registration date: 2008-04-07
Re: Stoning to death
Benar Admin. Begitulah cara kita membongkar penipuan mereka iaitu menggunakan ayat-ayat Al Quran yang serupa bandingannya.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Stoning to death
Juang wrote:Benar Admin. Begitulah cara kita membongkar penipuan mereka iaitu menggunakan ayat-ayat Al Quran yang serupa bandingannya.
Begitulah Juang. Bila dibawakan ayat 9:71 dan 9:72 itu, tidak pula mereka khususkan untuk lelaki dan perempuan mukmin yang belum berkahwin. Tapi, pada ayat 24:2 pula, pandai-pandai mereka dakwa hukuman sebat 100 kali itu untuk penzina lelaki dan perempuan yang belum berkahwin. Nampak sangat mereka menipu.

Admin- Canselor
- Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3394
Registration date: 2008-04-07
Re: Stoning to death
Itu adalah salah satu tanda menunjukkan mereka menipu. Wujudnya ketidakseragaman dalam mentafsir ayat-ayat Al Quran seperti contoh yang dibawakan di sini.
Sebenarnya bukan susah pun hendak mematahkan tipu-daya mereka kerana tipu-daya mereka itu lemah sahaja. Yang pentingnya ada keberanian dalam diri untuk mencabar kepercayaan karut-marut mereka itu.
Sebenarnya bukan susah pun hendak mematahkan tipu-daya mereka kerana tipu-daya mereka itu lemah sahaja. Yang pentingnya ada keberanian dalam diri untuk mencabar kepercayaan karut-marut mereka itu.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Stoning to death
akhirnya para hadith followers kehabisan hujjah, ahlulsunnah sudah tidak punya hujjah. Jelas sekali STONING TO DEATH bukan hukom ISLAM,

antesa- Siswazah
- Number of posts: 201
Reputation: 0
Credits: 657
Registration date: 2011-02-26
Re: Stoning to death
Diri mereka menjadi saksi di atas segala pendustaan yang mereka lakukan. Kelak di hadapan Allah, mereka akan disoal apa yang mereka ada-adakan.
Di dunia pun kita sudah nampak mereka kehabisan hujah hanya bila disoal oleh manusia sahaja, bagaimana keadaan mereka nanti bila disoal oleh Allah Yang Mengetahui apa yang mereka sembunyikan?
Atas sebab itulah, janganlah kita mengada-adakan dusta terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang berdusta berada dalam kerugian yang nyata.
Peace
Di dunia pun kita sudah nampak mereka kehabisan hujah hanya bila disoal oleh manusia sahaja, bagaimana keadaan mereka nanti bila disoal oleh Allah Yang Mengetahui apa yang mereka sembunyikan?
Atas sebab itulah, janganlah kita mengada-adakan dusta terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang berdusta berada dalam kerugian yang nyata.
Peace

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Stoning to death
Dalam ayat 45.6 di atas tidak ada disebutkan Muhammad,
melainkan
kamu yang dapat berarti siapa saja,
karena
Alquran diturunkan untuk manusia (2.185),
dan bukan untuk Muhammad saja.
memang tidak disebutkan dalam ayat tersebut kerana hujah saya pun berbeza....
perhatikan semula.....
45:6. Ini adalah ayat-ayat Allah yang Kami membacakan kamu dengan benar; maka dengan hadis apakah, sesudah Allah dan ayat-ayat-Nya, yang mereka akan mempercayai?
perhatikan rangkap bold dalam 45:6....
maka antara hadis Allah tersebut ialah kuasa autoriti yang besar kepada Nabi Muhammad......
Maka tidaklah – Demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya. [an-Nisaa’ 4:65]
Ayat ini dengan tegas dan mutlak menerangkan kuasa dan Authority Rasulullah untuk menggubal dan menjatuhkan hukum secara tersendiri tanpa perlu dirujuk atau disandarkan kepada Al-Quran.
Malah ayat ini mempersyaratkan keimanan seseorang kepada ketaatan dan keredhaan penuh terhadap apajua hukum yang diputuskan oleh Rasulullah.
Sesiapa yang taat dan redha maka dialah orang yang benar beriman manakala sesiapa yang ingkar dan tidak setuju maka dia bukan orang yang beriman.
dan saya pinjam sedikit hujah kegemaran saudara juang...
ayat ini tidak pulak menyatakan.....
.....Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dengan berpandukan Al-quran.....
kah kah kah kah.....
jadi kepada saudara juang.......
(Kalau mereka tidak juga mahu beriman kepada keterangan-keterangan yang tersebut) maka kepada hadis (perkataan} yang mana lagi, sesudah itu, mereka mahu beriman? [77:50]
memang tak faham ka? saja2 buat tak faham??
Baik,
A. KLCC terletak di Malaysia. (ayat umum-dari perkataan di Malaysia)
B. Penzina perempuan & lelaki sebat 100 kali (ayat umum-dari perkataan sebat 100 kali)
Ok, ayat A dikhususkan lagi menjadi;
C. KLCC terletak di KL. (yang berubah di sini adalah Malaysia dikhususkan menjadi KL)
Bagaimana kita nak khususkan lagi ayat B di atas mengikut contoh KLCC itu? Cuba SG ubah 100 sebatan dikhususkan menjadi apa? sebab SG kata Malaysia boleh dikhususkan menjadi KL.
p/s: Jangan khususkan objek "penzina lelaki dan perempuan itu" sebab SG juga tidak khususkan objek "KLCC" itu. Kalau SG nak khususkan "penzina lelaki dan perempuan" itu, SG juga kena khususkan "KLCC" itu.
malangnya cara pemahan saya seperti p/s itu... kerana jika kita khususkan "penzina perempuan dan lelaki" maka hujah saya bertambah kukuh... saudara admin menyedari akan hal tersebut maka beliau melarang pengkhususan tersebut....
cari kita memahami yang khusus dalam dua ayat tersebut bukanlah logik akal dan secara perbandingan tetapi Ilmu.....
jika kita menggunakan Ilmu....
A. KLCC terletak di Malaysia.
yang umum adalah Malaysia dan perlu kepada penjelasan... mau pun KLCC sudah khusus.. tiada KLCC janda atau duda....
B. Penzina perempuan & lelaki sebat 100 kali
yang umum adalah penzina perempuan dan lelaki... maka oleh kerana ianya boleh mempengaruhi hukuman tersebut maka sebat 100 kali itu juga perlu kepada penjelasan....
9:71. Dan orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, adalah wali-wali (sahabat-sahabat) satu sama lain; mereka menyuruh yang baik, dan melarang kemungkaran; mereka melakukan solat, dan memberikan zakat, dan mereka mentaati Allah dan rasul-Nya. Mereka itu, kepada mereka Allah mengasihani; sesungguhnya Allah Perkasa, Bijaksana.
orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, adalah wali-wali (sahabat-sahabat) satu sama lain - ayat umum.
Apakah kita nak tafsirkan ayat di atas sebagai orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin yang belum berkahwin adalah sahabat-sahabat?
9:72. Allah menjanjikan orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, tinggal selama-lamanya di dalamnya, dan tempat-tempat tinggal yang baik di Taman-Taman (Jannah) Adn; dan yang lebih besar, kepuasan hati Allah; itulah kemenangan yang besar.
orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai... - ayat umum.
Takkan kita nak kata orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin yang belum berkahwin sahaja dijanjikan Allah dengan taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai..
hujah ini tertolak...
kerana kami Sunnah wal jamaah tidak menggunakan kaedah perbandingan antara satu ayat dengan ayat yang lain untuk memahami hukum Islam..
tapi apa yang diperlukan untuk menentukan hukum adalah apa yang telah diturunkan kepda Nabi Muhammad {4:113}
jika ada penjelasan lain Nabi melalui Al-hikmah { Hadis Nabi } maka itulah pegangan kami.....
kalau sekadar ingin menggunakan kaedah perbandinagn antara ayat2 Al-Quran
maka
Nabi dan Rasul tidak perlu.....
jadi la mereka ibarat posmen sahaja seperti kata2 puak anti hadis
Bila dibawakan ayat 9:71 dan 9:72 itu, tidak pula mereka khususkan untuk lelaki dan perempuan mukmin yang belum berkahwin. Tapi, pada ayat 24:2 pula, pandai-pandai mereka dakwa hukuman sebat 100 kali itu untuk penzina lelaki dan perempuan yang belum berkahwin. Nampak sangat mereka menipu.
begitula kaedahnya jika kita menggunakan Ilmu Al-Quran dan yang berkaitan dengannya untuk mentafsir dan bukannya menggunakan terjemahan dan mentafsir sesuka hati
akhirnya para hadith followers kehabisan hujjah, ahlulsunnah sudah tidak punya hujjah. Jelas sekali STONING TO DEATH bukan hukom ISLAM,
jika hanya berkata kata saya pun boleh saudara... sedangkan saudara n geng puak anti hadis gagal sama sekali menyangkah hujah2 saya
itu satu hal....
bawakan ayat Al-Quran yang menjelaskan hukuman ke atas penzina yang belum berkhawin pun gagal.....
tetapi cuma mampu berkata kata......
........................
saya akan bahaskan ayat 9:71 dan 72 dalam post berikutnya dan membuktikan bgaimana ia berbeza dengan ayat 24:2 tersebut....

silatgayung- Tutor
- Number of posts: 443
State:
Reputation: 0
Credits: 994
Registration date: 2010-12-09
Re: Stoning to death
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan, dan melarang daripada berbuat kejahatan; dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
Allah menjanjikan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, (akan beroleh) Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; mereka kekal di dalamnya dan beroleh tempat-tempat yang baik di dalam "Syurga Adn" serta keredaan dari Allah yang lebih besar kemuliaannya; (balasan) yang demikian itulah kejayaan yang besar. { At-Tawbah 9:71-72 }
Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. { An-Nur 24:2 }
perbahasan saya amat mudah.......
perhatikan rangkap ini......
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
Allah menjanjikan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
logik akal dipandu Ilmu dipakai....
perlukah kepada pengkhususan dalam rangkap ini....
jawapannya tidak perlu
kerana
jika ada pengkhususan seperti yang beriman sudah berkhawin... maka bagaimana pulak dengan yang tidak berkhawin????
apkah terdapat perbezaan di antara beriman yang sudah berkhawin dengan yang belum berkhawin....
jawapannya ada...
kerana Iman terletak dalam dada seseorg dan tidak perlu kepada sudah berkhawin atau belom.....
.......................................................
rujuk rangkap ini.....
"Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina"
mudah difahami...
penzina yang sudah berkawin dengan belum berkawin tentu mempunyai jurang yang amat besar dalam segala segi...
bukti saintifik dari saintis Islam juga membuktikan hal ini...
dari segi Isu kekeluargaan ia akan membawa implakasi yang sangat berbeza juga....
.........................
tetapi yang paling penting kami Sunnah Wal Jamaah menggunakan apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk menentukan suatu hukum { 4:113 - Al-Quran dan Hadis/Sunnah Nabi }
.................
maka kaedah Ilmu membuktikan amat tidak betul jika kita menggunkan terjemahan dan mentafsir sesuka hati.....
Allah menjanjikan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, (akan beroleh) Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; mereka kekal di dalamnya dan beroleh tempat-tempat yang baik di dalam "Syurga Adn" serta keredaan dari Allah yang lebih besar kemuliaannya; (balasan) yang demikian itulah kejayaan yang besar. { At-Tawbah 9:71-72 }
Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. { An-Nur 24:2 }
perbahasan saya amat mudah.......
perhatikan rangkap ini......
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
Allah menjanjikan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
logik akal dipandu Ilmu dipakai....
perlukah kepada pengkhususan dalam rangkap ini....
jawapannya tidak perlu
kerana
jika ada pengkhususan seperti yang beriman sudah berkhawin... maka bagaimana pulak dengan yang tidak berkhawin????
apkah terdapat perbezaan di antara beriman yang sudah berkhawin dengan yang belum berkhawin....
jawapannya ada...
kerana Iman terletak dalam dada seseorg dan tidak perlu kepada sudah berkhawin atau belom.....
.......................................................
rujuk rangkap ini.....
"Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina"
mudah difahami...
penzina yang sudah berkawin dengan belum berkawin tentu mempunyai jurang yang amat besar dalam segala segi...
bukti saintifik dari saintis Islam juga membuktikan hal ini...
dari segi Isu kekeluargaan ia akan membawa implakasi yang sangat berbeza juga....
.........................
tetapi yang paling penting kami Sunnah Wal Jamaah menggunakan apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk menentukan suatu hukum { 4:113 - Al-Quran dan Hadis/Sunnah Nabi }
.................
maka kaedah Ilmu membuktikan amat tidak betul jika kita menggunkan terjemahan dan mentafsir sesuka hati.....

silatgayung- Tutor
- Number of posts: 443
State:
Reputation: 0
Credits: 994
Registration date: 2010-12-09
Re: Stoning to death
kerana Iman terletak dalam dada seseorg dan tidak perlu kepada sudah berkhawin atau belom.....
Jika iman terletak dalam dada seseorang dan tidak perlu kepada sudah berkahwin atau belum, maka itu menunjukkan kesalahan zina orang yang berkahwin atau belum adalah sama kerana mereka sama-sama tidak beriman ketika berbuat zina itu. Maka secara logiknya, hukuman zina terhadap mereka adalah sama.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Stoning to death
Juang wrote:kerana Iman terletak dalam dada seseorg dan tidak perlu kepada sudah berkhawin atau belom.....
Jika iman terletak dalam dada seseorang dan tidak perlu kepada sudah berkahwin atau belum, maka itu menunjukkan kesalahan zina orang yang berkahwin atau belum adalah sama kerana mereka sama-sama tidak beriman ketika berbuat zina itu. Maka secara logiknya, hukuman zina terhadap mereka adalah sama.
Akhirnya, mereka terjerat dengan kata-kata mereka sendiri.

Admin- Canselor
- Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3394
Registration date: 2008-04-07
Re: Stoning to death
silatgayung wrote:
Maka tidaklah – Demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya. [an-Nisaa’ 4]
Ayat ini dengan tegas dan mutlak menerangkan kuasa dan Authority Rasulullah untuk menggubal dan menjatuhkan hukum secara tersendiri tanpa perlu dirujuk atau disandarkan kepada Al-Quran.
Malah ayat ini mempersyaratkan keimanan seseorang kepada ketaatan dan keredhaan penuh terhadap apajua hukum yang diputuskan oleh Rasulullah.
Sesiapa yang taat dan redha maka dialah orang yang benar beriman manakala sesiapa yang ingkar dan tidak setuju maka dia bukan orang yang beriman.
dan saya pinjam sedikit hujah kegemaran saudara juang...
ayat ini tidak pulak menyatakan.....
.....Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dengan berpandukan Al-quran.....
kah kah kah kah.....
seorang hakim kuasanya hanya memutuskan perkara berdasarkan panduan kitab hukum yang sudah ada, bukan menggubal hukum.
(Kalau mereka tidak juga mahu beriman kepada keterangan-keterangan yang tersebut) maka kepada hadis (perkataan} yang mana lagi, sesudah itu, mereka mahu beriman? [77:50]
memang tak faham ka? saja2 buat tak faham??
Ternyata tuan belum faham bahawa Allah telah memberi batasan beriman kepada alkitab, bukan kitab lain, makanya Allah kasih pertanyaan semacam itu.
ibaratnya tuan SG ditanya apa masih kurang kepada alkitab? kepada kitab yang mana lagi anda mencari kepuasan? ternyata anda berpuas dengan kitab yang mengatas namakan rasul. Faktanya tidak ada perintah beriman kepada kitab hadis, tidak pula masuk ke dalam rukun iman ahlulsunnah.

antesa- Siswazah
- Number of posts: 201
Reputation: 0
Credits: 657
Registration date: 2011-02-26
Re: Stoning to death
Admin wrote:
Akhirnya, mereka terjerat dengan kata-kata mereka sendiri.
Di sini kita nampak kesan buruk apabila seseorang itu mendustai Allah iaitu;
1) Gagal mengemukakan ayat-ayat Allah terhadap sesuatu dakwaan yang mereka ada-adakan.
2) Terperangkap dengan kata-kata mereka sendiri.
Kerana itu janganlah kita termasuk dalam golongan orang-orang yang berdusta terhadap Allah, kerana kesan buruknya sejak di dunia kita boleh lihat.
10:95. Janganlah juga kamu menjadi antara orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, lalu menjadi antara orang-orang yang rugi.
Benar janji Allah. Kita lihat orang yang mendustai ayat-ayat Allah pasti menjadi orang-orang yang rugi sehingga terperangkap dengan kata-kata mereka sendiri.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Stoning to death
Jika iman terletak dalam dada seseorang dan tidak perlu kepada sudah berkahwin atau belum, maka itu menunjukkan kesalahan zina orang yang berkahwin atau belum adalah sama kerana mereka sama-sama tidak beriman ketika berbuat zina itu. Maka secara logiknya, hukuman zina terhadap mereka adalah sama.
pandainya kamu belit saudara juang.... dua ayat yang saudara admin cuba buktikan di atas telah saya cantas dengan mudah....
kerana satu ayat menujukan ada nya penzina yang berkawin atau belum melalui gabungan Al-Quran dan Hadis.... ayat itu tidak dikaitkan dengan Iman tetapi zina.....
manakala satu lagi ayat tidak dapat dikaitkan dengan sudah berkhawin atau belum kerana fokus ayat tersebut adaalh Iman.....
...............
maka di sini jelas sape yang terjerat dengan mati akal untuk berhujah....
hujah saya sekali gagal disangkal tapi terus melompat ke tempat lain kita pulak kata terjerat....
betul2 kesian tengok kamu ni puak anti hadis......
////////////////////////////////////////////////////////////////////////
Ternyata tuan belum faham bahawa Allah telah memberi batasan beriman kepada alkitab, bukan kitab lain, makanya Allah kasih pertanyaan semacam itu.
ibaratnya tuan SG ditanya apa masih kurang kepada alkitab? kepada kitab yang mana lagi anda mencari kepuasan? ternyata anda berpuas dengan kitab yang mengatas namakan rasul. Faktanya tidak ada perintah beriman kepada kitab hadis, tidak pula masuk ke dalam rukun iman ahlulsunnah.
sekali lagi hujah saya tidak berjaya disangkal tetapi hanya memberi omongan kosong hayalan belaka.....
ayat 77:50 tidak pulak merujuk kepada kitab.... maka itu adalah hayalan saudara antessa semata mata.....

silatgayung- Tutor
- Number of posts: 443
State:
Reputation: 0
Credits: 994
Registration date: 2010-12-09
Re: Stoning to death
silatgayung wrote:
![]()
![]()
pandainya kamu belit saudara juang.... dua ayat yang saudara admin cuba buktikan di atas telah saya cantas dengan mudah....
kerana satu ayat menujukan ada nya penzina yang berkawin atau belum melalui gabungan Al-Quran dan Hadis.... ayat itu tidak dikaitkan dengan Iman tetapi zina.....
manakala satu lagi ayat tidak dapat dikaitkan dengan sudah berkhawin atau belum kerana fokus ayat tersebut adaalh Iman.....
Saya hanya menggunakan kata-kata saudara sendiri yang mengatakan iman tidak memerlukan status berkahwin atau tidak. Oleh kerana orang berzina melakukan zina ketika mereka tidak beriman (kalau mereka beriman, sudah pasti mereka tolak zina seperti mana Nabi Yusuf menolaknya), itu menunjukkan hukuman zina di antara belum berkahwin dan tidak adalah sama seperti yang ayat 24.2 tidak membezakan mengikut status berkahwin atau tidak.
Maka dengan ayat Al Quran 24.2 itu, menunjuk saudara hanyalah berdusta bila mengatakan wujudnya perbezaan status hukuman di antara bujang dan yang telah berkahwin. Dan pendustaan saudara itu telah diperangkap oleh kata-kata saudara sendiri. Itulah pasallah saudara terbelit.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Stoning to death
silatgayung wrote:.
sekali lagi hujah saya tidak berjaya disangkal tetapi hanya memberi omongan kosong hayalan belaka.....
ayat 77:50 tidak pulak merujuk kepada kitab.... maka itu adalah hayalan saudara antessa semata mata.....
![]()
Lihat penjelasan ayat lain bahawa kitab Allah juga disebut ahsana alhadiis, jangan mimpi pada siang hari hadis dimaksud itu hadis Bukhari cs. Kalau tuan SG maksudkan sebagai kompilasi hadis Bukhari cs itu hanya dongeng nenek moyang tuan SG belaka.
Rasul hanya mengikuti wahyu al-Quran kok dikatakan menggubal hukum rajam yang tiada dalam al-Quran, jadi hadis hukum rajam jelas sekali hanya fitnah dikatakan dari rasul.

antesa- Siswazah
- Number of posts: 201
Reputation: 0
Credits: 657
Registration date: 2011-02-26
Re: Stoning to death
SG wrote: tiada kata wanita yang sudah berkhawin atau belum dalam teks asal ni.. maka ia secara umum sahaja....
Kalau saudara dah tahu yang ianya tiada dan secara umum sahaja, buat apa pilih lagi tafsiran tersebut yang mentafsirkan separuh daripada wanita yang belum berkahwin? Apa, ayat-ayat Allah tak jelas ke sehingga diperincikan pula oleh 'ulamak pewaris nabi itu'?
SG wrote:dan oleh kerana tafsir2 ulamak pewaris nabi mengatakan ia adalah separuh kepada wanita yang belum berkahwin maka saya memilih terjemahan Muhsin Khan...

Admin- Canselor
- Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3394
Registration date: 2008-04-07
Page 5 of 5 •
1, 2, 3, 4, 5
Similar topics» Did Medium Sally Morgan predict The Princess of Wales Death
» DEATH TO AMERICA
» Death By Dentistry "Smoking Teeth"
» Death of Khadijah (Radhi Allahu Anha) and Marriage To Sawda (Radhi Allahu Anha)
» Death By Medicine
» DEATH TO AMERICA
» Death By Dentistry "Smoking Teeth"
» Death of Khadijah (Radhi Allahu Anha) and Marriage To Sawda (Radhi Allahu Anha)
» Death By Medicine
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 5 of 5
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum