Log in

I forgot my password

Who is online?
In total there are 7 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 7 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered users
The newest registered user is Slogan

Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Poll

Negeri Asal Anda

5% 5% [ 4 ]
24% 24% [ 18 ]
22% 22% [ 16 ]
8% 8% [ 6 ]
8% 8% [ 6 ]
5% 5% [ 4 ]
7% 7% [ 5 ]
0% 0% [ 0 ]
7% 7% [ 5 ]
4% 4% [ 3 ]
0% 0% [ 0 ]
0% 0% [ 0 ]
3% 3% [ 2 ]
1% 1% [ 1 ]
5% 5% [ 4 ]

Total Votes : 74

Top posters
Admin (4097)
 
mekganu (3628)
 
Juang (3492)
 
penditaputra (3027)
 
tokkmudim (2844)
 
Kalam (2631)
 
myra_roses (2534)
 
zafran0512 (2315)
 
FeLiSeWoMaN (2310)
 
tajuNM (2159)
 


Anjing dalam pandangan sunnah

Page 1 of 2 1, 2  Next

View previous topic View next topic Go down

Anjing dalam pandangan sunnah

Post by PenjunjungEhsan on Wed May 12, 2010 9:35 am

Fatwa Hukum Tentang Anjing









Oleh Rachmatdi Hatmosrojo, SH (Chambaraya DTC)

I. Penggunaan Anjing


  1. Anjing
    yang telah dilatih / dididik untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam
    keperluan seperti ; Berburu, Menjaga Ternak, Menjaga Pekarangan,
    halaman dan tanaman, Mencari penjahat atau menangkap penjahat SBB
    Disebut KALBUL MUALLAM (Anjing Terpelajar).
  2. Tanda-tanda
    Anjing tersebut ; Bila dilepaskan untuk menangkap buruan atau binatang
    buruan seperti Rusa, maka setelah Buruan ditangkap tidaklah dimakannya
    tetapi diserahkan kepada tuannya atau di tinggalkan untuk tuannya.
  3. Dapat disimpulkan bahwa memelihara Anjing untuk dididik dan dilatih itu Diperbolehkan.

II. Memelihara Anjing


  1. Memelihara
    Anjing untuk kepentingan berburu, menjaga tanaman / halaman/
    pekarangan, menjaga ternak dan kepentingan lainnya seperti Menjaga
    rumah, mencari Penjahat atau menangkap penjahat, dan sebagainya
    Diperbolehkan.
  2. Memelihara Anjing tidak untuk kepentingan yang
    bermanfaat seperti untuk kesenangan saja / sebagai hiasan rumah Tidak
    Diperbolehkan.
  3. Dasar Qaidah / Dalil Dalil.
Imam Syafi.
( Diambil dari Kitab Madjmusyarah Kitab Muhadzah Juz 9 Hal.23 oleh Imam
Nawawi ), yaitu ; Tidak Boleh Memelihara Anjing, kecuali untuk Berburu,
Menjaga Ternak Ternak / Tanaman atau Hal Semacam itu

Hadis Muslim Juz I Hal 685. (Diceritakan oleh Ibnu Umar ).
Sesungguhnya Rasulullah SAW memerintahkan membunuh Anjing kecuali Anjing untuk Berburu, untuk menjaga Ternak / Kambing.

Hadis Muslim Juz I Hal. 686.
Sesungguhnya
Rasulullah SAW bersabda : Barang Siapa Memelihara Anjing kecuali Anjing
Penjaga Ternak, Anjing Berburu / Anjing Penjaga Ladang, maka amalnya
setiap hari akan dikurangi dengan satu Qiroth .
**Kata Qiroth dalam hadis itu merupakan ukuran sebesar Gunung Uhud.

Hadis Buchori Juz 7 Hal 114.
Dari
ADY Bin Hatim Berkata ; Saya menanyakan kepada Rasulullah SAW bahwa
saya termasuk kaum berburu dengan anjing, maka Rasulullah SAW bersabda
: Jika engkau melepaskan anjing-anjing mu yang terdidik dan engkau
menyebut nama Allah, maka makanlah apa yang ditangkap oleh Anjing itu,
kecuali bila anjing itu memakannya maka Jangan engkau makan. Saya
khawatir kalau-kalau anjing itu menangkap untuk dirinya sendiri, dan
jika bercampur anjing itu dengan anjing lain (Anjing yang tidak
Terdidik) maka Janganlah engkau makan.

III. Tempat Memelihara Anjing.


  1. Meskipun
    Anjing telah terdidik dan dapat digunakan, serta boleh dipelihara
    sebagai hal-hal yang tersebut diatas, Anjing harus dipelihara pada
    tempat Tersendiri dan Tidak pada tempat dimana si pemelihara tinggal.
  2. Malaikat
    Tidak mau masuk ke rumah dimana ada anjing / gambar anjing. Yang
    dimaksud Malaikat adalah : RACHMAT dan BARAKAH ( Faidul Qodir Juz 6
    Hal.50 ).

IV. Najisnya Anjing.

Mengenai Hukum Najisnya Anjing terdapat Qaidah / Dalil :

  1. Adapun
    Najisnya Anjing adalah karena adanya Perintah menuangkan air bejana
    yang terkena Jilatan Anjing dan Harus Membasuh bejananya. Rasulullah
    SAW Bersabda : Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu dari pada
    kamu sekalian, maka hendaknya kamu menuangkan bejana itu (Mengosongkan
    isinya) kemudian membasuhnya 7X ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim Al
    Fiqhu Alal Madzhahibilj Juz I Hal.16) .
  2. Para pengikut Mazhab
    Maliki mengatakan bahwa tiap-tiap barang yang hidup itu SUCI keadaannya
    walaupun seekor Anjing / Babi. Para pengikut Mazhab Hanafi setuju
    terhadap mereka ini bahwa anjing itu Suci keadaannya selama dia masih
    hidup saja. Pengikut Mazhab Hanafi mengatakan bahwa Liur anjing itu
    Najis selama anjing masih Hidup, karena mengikuti najisnya Daging
    anjing itu sesudah matinya. (Al-Fiqhu Alal Madzahibil Arbaah Juz I
    Hal.16 ).
Dari Kedua Dalil Tersebut Diatas, Dapat Disimpulkan Bahwa Terdapat 3 Pendapat, yaitu ;

  1. Bahwa
    anjing itu najis seluruhnya, berdasarkan adanya perintah mencuci bejana
    yang dijilatnya sebanyak 7X. Bahkan menurut pendapat Imam Syafi tentang
    Najisnya anjing ini termasuk najis Mugholadoh (Najis yang diberatkan).
    Sebab mencuci bejana yang kena najis tersebut sampai 7X dan 1X
    diantaranya harus dicampuri dengan Debu. Pendapat ini diikuti oleh
    umumnya Kaum Muslimin di Indonesia dan mereka yang Bermazhab Syafi.
  2. Bahwa
    anjing itu selama masih hidup suci keadaannya. Adapun bila ada barang
    yang dijilat anjing diperintahkan mencucinya 7X, perintah yang demikian
    itu harus ditaati tetapi Tidak ditegaskan bahwa perintah ini mencuci
    sedemikian itu disebabkan karena Najisnya Anjing. Demikian ini yang
    diikuti oleh mereka yang Bermazhab Maliki.
  3. Bahwa anjing itu
    selama masih hidup suci keadaannya kecuali air liurnya. Adapun liurnya
    adalah Najis, sebab diikutkan Najisnya daging anjing jika sudah mati,
    dan yang demikian ini diikuti oleh mereka yang Bermazhab Hanafi.

V. Cara Mencuci Najisnya Anjing.

Caranya
dengan mencuci barang-barang tersebut sebanyak 7X dan 1X pertama atau
salah satu dari 7X, dicampur dengan Debu.Yang sedemikian ini
berdasarkan Qaidah / Dalil dalil.

Mengenai Apakah Pemakaian Debu Dapat Digantikan Dengan Bahan Bahan Lain ?.

  1. Secara
    Physiche Waarde, maka dapat digunakan soda, sabun Potas dan lain lain
    sebagai pengganti debu untuk Campuran air Basuhan. ( Kitab Al
    Fiqhusalah Madzahibil Arbaah Juz I Hal. 29 dan Kifajatul Achjar Hal. 71
    ).
  2. Tidak dapat diganti debu dengan Bahan lainnya. Sebagai
    campuran air basuhan hanya dapat digunakan debu dan segala semacamnya
    (Debu halus, Kuning, Merah, Putih, Debu yang belum hancur / wungkul
    bahkan debu campur Tepung). ( Kitab Al Fiqhusalah Madzahibil Arbaah Juz
    I Hal. 30 dan Kitab Kifajatul Achjar Hal.71 ).
  3. Mementingkan ada / tidak adanya debu dan atau rusak / tidaknya barang-barang itu dicuci dengan debu.
KESIMPULAN :

  1. Jadi
    sepanjang Hukum, Diperbolehkan Memelihara Anjing untuk Keperluan,
    Kepolisian atau Kemiliteran dalam mengusut suatu kejahatan.
  2. Jika
    masih dianggap Najis, maka Pemelihara, Pawang atau Pelatih dapat
    menghindari sentuhannya dalam keadaan Basah ( Liurnya ), bila
    menghindari yang baik, wajib baginya mencuci tempat yang kena sentuhan
    anjing.
  3. Maka boleh bagi yang bertaklid pada Imam Syafi akan
    bertaklid dalam kejadian yang serupa ini pada Mazhab Hanafi, Karena
    Mazhab ini hanya mewajibkan sekedar mencucinya secara biasa. Juga
    Diharuskan bertaklid pada Mazhab Maliki.
Sumber tulisan :

  1. Surat Universitas Al Azhar beserta Terjemahannya.
  2. Salinan Surat Jawatan Urusan Agama Tgl. 13 -12 1956 No.655 / A / 1 / 156

PenjunjungEhsan
Pensyarah

Number of posts: 678
Age: 30
State:
Reputation: 0
Credits: 1454
Registration date: 2010-05-12

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by semut api on Wed May 12, 2010 9:38 am

ala, terimakasih kerana paste kan hukum tersebut, tapi sayang puak2 akai akan menentang sehabis2nya kerana kamu tak ikut AQ katanya muahahahaha

semut api
Doktor Falsafah

Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by tolokminda on Wed May 12, 2010 10:18 am

Salam Semut Api,

Tengok tajuk pun dah jelas pandangan yang diberi memang tak mengikut Al-Quran. Tapi tak bermakna ia harus ditentang habis-habisan. Masing-masing ada akal untuk berfikir. Tuhan juga dah beri Al-Quran sebagai rujukan. Jika tuan semut api nak rujuk pihak lain, itu hak tuan. Tapi siapa yang percaya kepada Tuhan dan Rasul, tentulah mereka tidak akan rujuk sumber lain selain Al-Quran.

tolokminda
Doktor Falsafah

Number of posts: 1072
Reputation: 0
Credits: 2051
Registration date: 2009-10-02

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by semut api on Wed May 12, 2010 10:42 am

org yg buat hukum tu rujuk pada bible eh? atau rujuk komik sinchan?

semut api
Doktor Falsafah

Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by othman on Wed May 12, 2010 10:59 am

PenjunjungEhsan wrote:Fatwa Hukum Tentang Anjing









Oleh Rachmatdi Hatmosrojo, SH (Chambaraya DTC)

I. Penggunaan Anjing


  1. Anjing
    yang telah dilatih / dididik untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam
    keperluan seperti ; Berburu, Menjaga Ternak, Menjaga Pekarangan,
    halaman dan tanaman, Mencari penjahat atau menangkap penjahat SBB
    Disebut KALBUL MUALLAM (Anjing Terpelajar).
  2. Tanda-tanda
    Anjing tersebut ; Bila dilepaskan untuk menangkap buruan atau binatang
    buruan seperti Rusa, maka setelah Buruan ditangkap tidaklah dimakannya
    tetapi diserahkan kepada tuannya atau di tinggalkan untuk tuannya.
  3. Dapat disimpulkan bahwa memelihara Anjing untuk dididik dan dilatih itu Diperbolehkan.

II. Memelihara Anjing


  1. Memelihara
    Anjing untuk kepentingan berburu, menjaga tanaman / halaman/
    pekarangan, menjaga ternak dan kepentingan lainnya seperti Menjaga
    rumah, mencari Penjahat atau menangkap penjahat, dan sebagainya
    Diperbolehkan.
  2. Memelihara Anjing tidak untuk kepentingan yang
    bermanfaat seperti untuk kesenangan saja / sebagai hiasan rumah Tidak
    Diperbolehkan.
  3. Dasar Qaidah / Dalil Dalil.
Imam Syafi.
( Diambil dari Kitab Madjmusyarah Kitab Muhadzah Juz 9 Hal.23 oleh Imam
Nawawi ), yaitu ; Tidak Boleh Memelihara Anjing, kecuali untuk Berburu,
Menjaga Ternak Ternak / Tanaman atau Hal Semacam itu

Hadis Muslim Juz I Hal 685. (Diceritakan oleh Ibnu Umar ).
Sesungguhnya Rasulullah SAW memerintahkan membunuh Anjing kecuali Anjing untuk Berburu, untuk menjaga Ternak / Kambing.

Hadis Muslim Juz I Hal. 686.
Sesungguhnya
Rasulullah SAW bersabda : Barang Siapa Memelihara Anjing kecuali Anjing
Penjaga Ternak, Anjing Berburu / Anjing Penjaga Ladang, maka amalnya
setiap hari akan dikurangi dengan satu Qiroth .
**Kata Qiroth dalam hadis itu merupakan ukuran sebesar Gunung Uhud.

Hadis Buchori Juz 7 Hal 114.
Dari
ADY Bin Hatim Berkata ; Saya menanyakan kepada Rasulullah SAW bahwa
saya termasuk kaum berburu dengan anjing, maka Rasulullah SAW bersabda
: Jika engkau melepaskan anjing-anjing mu yang terdidik dan engkau
menyebut nama Allah, maka makanlah apa yang ditangkap oleh Anjing itu,
kecuali bila anjing itu memakannya maka Jangan engkau makan. Saya
khawatir kalau-kalau anjing itu menangkap untuk dirinya sendiri, dan
jika bercampur anjing itu dengan anjing lain (Anjing yang tidak
Terdidik) maka Janganlah engkau makan.

III. Tempat Memelihara Anjing.


  1. Meskipun
    Anjing telah terdidik dan dapat digunakan, serta boleh dipelihara
    sebagai hal-hal yang tersebut diatas, Anjing harus dipelihara pada
    tempat Tersendiri dan Tidak pada tempat dimana si pemelihara tinggal.
  2. Malaikat
    Tidak mau masuk ke rumah dimana ada anjing / gambar anjing. Yang
    dimaksud Malaikat adalah : RACHMAT dan BARAKAH ( Faidul Qodir Juz 6
    Hal.50 ).

IV. Najisnya Anjing.

Mengenai Hukum Najisnya Anjing terdapat Qaidah / Dalil :

  1. Adapun
    Najisnya Anjing adalah karena adanya Perintah menuangkan air bejana
    yang terkena Jilatan Anjing dan Harus Membasuh bejananya. Rasulullah
    SAW Bersabda : Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu dari pada
    kamu sekalian, maka hendaknya kamu menuangkan bejana itu (Mengosongkan
    isinya) kemudian membasuhnya 7X ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim Al
    Fiqhu Alal Madzhahibilj Juz I Hal.16) .
  2. Para pengikut Mazhab
    Maliki mengatakan bahwa tiap-tiap barang yang hidup itu SUCI keadaannya
    walaupun seekor Anjing / Babi. Para pengikut Mazhab Hanafi setuju
    terhadap mereka ini bahwa anjing itu Suci keadaannya selama dia masih
    hidup saja. Pengikut Mazhab Hanafi mengatakan bahwa Liur anjing itu
    Najis selama anjing masih Hidup, karena mengikuti najisnya Daging
    anjing itu sesudah matinya. (Al-Fiqhu Alal Madzahibil Arbaah Juz I
    Hal.16 ).
Dari Kedua Dalil Tersebut Diatas, Dapat Disimpulkan Bahwa Terdapat 3 Pendapat, yaitu ;

  1. Bahwa
    anjing itu najis seluruhnya, berdasarkan adanya perintah mencuci bejana
    yang dijilatnya sebanyak 7X. Bahkan menurut pendapat Imam Syafi tentang
    Najisnya anjing ini termasuk najis Mugholadoh (Najis yang diberatkan).
    Sebab mencuci bejana yang kena najis tersebut sampai 7X dan 1X
    diantaranya harus dicampuri dengan Debu. Pendapat ini diikuti oleh
    umumnya Kaum Muslimin di Indonesia dan mereka yang Bermazhab Syafi.
  2. Bahwa
    anjing itu selama masih hidup suci keadaannya. Adapun bila ada barang
    yang dijilat anjing diperintahkan mencucinya 7X, perintah yang demikian
    itu harus ditaati tetapi Tidak ditegaskan bahwa perintah ini mencuci
    sedemikian itu disebabkan karena Najisnya Anjing. Demikian ini yang
    diikuti oleh mereka yang Bermazhab Maliki.
  3. Bahwa anjing itu
    selama masih hidup suci keadaannya kecuali air liurnya. Adapun liurnya
    adalah Najis, sebab diikutkan Najisnya daging anjing jika sudah mati,
    dan yang demikian ini diikuti oleh mereka yang Bermazhab Hanafi.

V. Cara Mencuci Najisnya Anjing.

Caranya
dengan mencuci barang-barang tersebut sebanyak 7X dan 1X pertama atau
salah satu dari 7X, dicampur dengan Debu.Yang sedemikian ini
berdasarkan Qaidah / Dalil dalil.

Mengenai Apakah Pemakaian Debu Dapat Digantikan Dengan Bahan Bahan Lain ?.

  1. Secara
    Physiche Waarde, maka dapat digunakan soda, sabun Potas dan lain lain
    sebagai pengganti debu untuk Campuran air Basuhan. ( Kitab Al
    Fiqhusalah Madzahibil Arbaah Juz I Hal. 29 dan Kifajatul Achjar Hal. 71
    ).
  2. Tidak dapat diganti debu dengan Bahan lainnya. Sebagai
    campuran air basuhan hanya dapat digunakan debu dan segala semacamnya
    (Debu halus, Kuning, Merah, Putih, Debu yang belum hancur / wungkul
    bahkan debu campur Tepung). ( Kitab Al Fiqhusalah Madzahibil Arbaah Juz
    I Hal. 30 dan Kitab Kifajatul Achjar Hal.71 ).
  3. Mementingkan ada / tidak adanya debu dan atau rusak / tidaknya barang-barang itu dicuci dengan debu.
KESIMPULAN :

  1. Jadi
    sepanjang Hukum, Diperbolehkan Memelihara Anjing untuk Keperluan,
    Kepolisian atau Kemiliteran dalam mengusut suatu kejahatan.
  2. Jika
    masih dianggap Najis, maka Pemelihara, Pawang atau Pelatih dapat
    menghindari sentuhannya dalam keadaan Basah ( Liurnya ), bila
    menghindari yang baik, wajib baginya mencuci tempat yang kena sentuhan
    anjing.
  3. Maka boleh bagi yang bertaklid pada Imam Syafi akan
    bertaklid dalam kejadian yang serupa ini pada Mazhab Hanafi, Karena
    Mazhab ini hanya mewajibkan sekedar mencucinya secara biasa. Juga
    Diharuskan bertaklid pada Mazhab Maliki.
Sumber tulisan :

  1. Surat Universitas Al Azhar beserta Terjemahannya.
  2. Salinan Surat Jawatan Urusan Agama Tgl. 13 -12 1956 No.655 / A / 1 / 156


boleh tuan kemukakan hadis nabi suruh bunuh anjing .

othman
Sarjana

Number of posts: 467
Reputation: 0
Credits: 1431
Registration date: 2009-10-07

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by semut api on Wed May 12, 2010 11:02 am

kamu pun percaya hadis atau selain akai kamu incik seman???

semut api
Doktor Falsafah

Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by othman on Wed May 12, 2010 11:14 am

semut api wrote:kamu pun percaya hadis atau selain akai kamu incik seman???


baca dulu kemudian bandingkan dgn al quran guna akal . ada benda kita tak perlu rujuk apa2 pun contohnya memelihara semut api , guna akal sikit pun kita tau jawapan dia . sebenarnya dalam hati kita tu ada al quran kalau kita rajin belajar dan tidak dengki dan sombong serta mempersendakan orang . kalau kita taklid buta maka takat tu jer lah perkenalan kita dgn ilmu .

othman
Sarjana

Number of posts: 467
Reputation: 0
Credits: 1431
Registration date: 2009-10-07

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by semut api on Wed May 12, 2010 11:18 am

kerana akallah aku tanya macam pada puak2 kamu tapi akal aku terus kecewa, soalan tanpa jawapan , hempeh

semut api
Doktor Falsafah

Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by tolokminda on Wed May 12, 2010 11:32 am

semut api wrote:org yg buat hukum tu rujuk pada bible eh? atau rujuk komik sinchan?


Salam semut api,

Saya tak kata penulisnya merujuk kepada bible. Tapi tuan tengoklah sendiri semua sumber rujukan yang dinyatakan. Misalnya - Imam Shafie, Hadis Muslim, Ibnu Umar, dsbnya. Jadi kalau tidak bersumberkan bible sekalipun ia tetap tidak bersumberkan Al-Quran.

tolokminda
Doktor Falsafah

Number of posts: 1072
Reputation: 0
Credits: 2051
Registration date: 2009-10-02

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by semut api on Wed May 12, 2010 12:48 pm

tolokminda wrote:
semut api wrote:org yg buat hukum tu rujuk pada bible eh? atau rujuk komik sinchan?


Salam semut api,

Saya tak kata penulisnya merujuk kepada bible. Tapi tuan tengoklah sendiri semua sumber rujukan yang dinyatakan. Misalnya - Imam Shafie, Hadis Muslim, Ibnu Umar, dsbnya. Jadi kalau tidak bersumberkan bible sekalipun ia tetap tidak bersumberkan Al-Quran.

itu prasangka kamu, sudah2la hidup dlm prasangka, tak bawa kamu kemana pun, mereka merujuk pada pada AQ sebagai sumber utama, then sunnah, then ijmak ulamak then qias, sebab tu dlm AQ ada ayat mutasyabihat & ada ayat muhkamat, itu pun tak reti fikir ker?

semut api
Doktor Falsafah

Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by tolokminda on Wed May 12, 2010 3:07 pm

Salam semut api,

Mana ada prasangka. Dah terang dan jelas tajuknya pun "anjing dalam pandangan sunnah".

tolokminda
Doktor Falsafah

Number of posts: 1072
Reputation: 0
Credits: 2051
Registration date: 2009-10-02

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by Juang on Wed May 12, 2010 4:11 pm

Salam,

Kalau kita fikir jauh lagi, jika imam-imam itu bersumberkan Al Quran, pasti mereka boleh quotekan daripada ayat-ayat Al Quran mana mereka buat kesimpulan begitu. Tetapi hakikatnya tiada.

Juang
Dekan

Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by semut api on Wed May 12, 2010 4:20 pm

barangsiapa buta didunia nescaya akan buta pula siakhirat nanti !! kesian aku tengok puak2 akai yg kesempitan akai & susah nak faham apa yg org lain ingin sampaikan, dibiarkan matahatinya buta & terus buta kerana kosombongan juga kerakusan hawa nafsunya, bukankah sunnah itu pun merujuk pokok asal usul apa2 hukum dari AQ sendiri? tidakkah akal kamu mengerti???

semut api
Doktor Falsafah

Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by PenjunjungEhsan on Wed May 12, 2010 4:49 pm

Salam, saya masih baru dalam suasana di sini ni. Lagipun pada pandangan saya, tidak salah untuk kita berbincang dan bermusyawarah. Inilah namanya luas fiq islam sebenarnya kita tak tahu. Saya setuju, anjing tidak disebut sebagai haram di dalam Quran dan ia hanya diqiaskan dengan babi yang jelas haram dan disebut dalam Quran. Ada pun hadith nabi yang menyatakan jilatan anjing hendaklah di cuci dengan air bersih 7 kali dan salah satu daripadanya air tanah. Tapi kaedah tersebut tidak dijelaskan untuk babi didalam Quran dan inilah peranan Rasul untuk menjelaskan. Kalau fikir dengan aqal, anjing yang dinyatakan haram jilatannya dalam hadith nabi pun haram, apatah lagi babi yang disebut di dalam Quran. Agama kalau kita semata-mata memikirkannya dengan aqal memang banyak yang tidak logik, tapi bila kita berpandukan wahyu Illahi semuanya jelas. Terima kasih semua sebab memberikan respon keatas ruangan ini.

PenjunjungEhsan
Pensyarah

Number of posts: 678
Age: 30
State:
Reputation: 0
Credits: 1454
Registration date: 2010-05-12

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by othman on Wed May 12, 2010 5:08 pm

PenjunjungEhsan wrote:Salam, saya masih baru dalam suasana di sini ni. Lagipun pada pandangan saya, tidak salah untuk kita berbincang dan bermusyawarah. Inilah namanya luas fiq islam sebenarnya kita tak tahu. Saya setuju, anjing tidak disebut sebagai haram di dalam Quran dan ia hanya diqiaskan dengan babi yang jelas haram dan disebut dalam Quran. Ada pun hadith nabi yang menyatakan jilatan anjing hendaklah di cuci dengan air bersih 7 kali dan salah satu daripadanya air tanah. Tapi kaedah tersebut tidak dijelaskan untuk babi didalam Quran dan inilah peranan Rasul untuk menjelaskan. Kalau fikir dengan aqal, anjing yang dinyatakan haram jilatannya dalam hadith nabi pun haram, apatah lagi babi yang disebut di dalam Quran. Agama kalau kita semata-mata memikirkannya dengan aqal memang banyak yang tidak logik, tapi bila kita berpandukan wahyu Illahi semuanya jelas. Terima kasih semua sebab memberikan respon keatas ruangan ini.


yg maliki kata ok tu dari nabi mana pulak ?

othman
Sarjana

Number of posts: 467
Reputation: 0
Credits: 1431
Registration date: 2009-10-07

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by Juang on Wed May 12, 2010 5:48 pm

Ketidakseragaman dalam menetapkan hukum itu menunjukkan itu hanyalah pandangan manusia, bukannya hukum daripada Allah.

Al Quran adalah sumber utama. Kemudian ada orang cakap, Nabi Muhammad meletakkan hukum najis pada anjing sedangkan tiada ayat Al Quran sebagai sumber hukum tersebut. Jika kita fikirkan, seolah-olah mereka mendakwa Nabi Muhammad berhukum tanpa berlandaskan Al Quran. Tak mungkin seorang Nabi begitu perangainya.

Juang
Dekan

Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by Zulia on Sun May 16, 2010 12:50 am

Mereka mendakwa ulama yang menulis hadis. Sebab itu belajar bagi habis. Hadis dihafal dan ditulis oleh para sahabat sama seperti mereka menghafal al quran dan menulisnya dilembaran kain, pelepah tamar dan sebagainya. Al quran hanya dibukukan pada zaman khalifah ketiga. Ulama-ulama salaf juga belajar melalui al quran dan hadis. Kerana hadis itu banyak dan ulama pula mengkaji al quran dan hadis dan menyusun ilmu itu agar orang Islam mudah belajar dan berkembanglah ilmu itu menjadi tasawuf, fekah dan sebagainya. Hukum dari Allah melalui dalil Al quran dan walaupun tidak ada dalam al quran, tetapi ada dalam hadis maka ia tetap diambil kerana al quran mengatakan taat kan Allah dan taat kan rasul. Tidak mungkin kita lebih takwa dari Nabi dan lebih pandai dari Nabi. Nabi lebih kenal hukum Allah dari manusia. Kalau dalam al quran tidak sebut dan nabi menyebutnya. tak kan kita kata nabi yang memandai-mandai buat sedangkan baginda lebih tahu. Kalau sahabat tanya macamana nak bersolat maka nabi mesti mengajarnya dan ia akan menjadi hadis. Sebab itu hadis itu memang banyak. Perselisihan atas perkara yang kecil
ulama pun berlapang dada kerana perbezaan jumlah hadis yang diterima oleh para sahabat. Tapi ulama tidak berselisih atas perkara pokok dan akidah seperti perlaksanaan solat kerana selain ia diperintahkan didalam al quran, hadisnya juga jelas dan sohih dan perlaksanaannya yang tidak putus diturunkan dari zaman Nabi ke generasi seterusnya. Ada tak zaman di mana orang Islam tak sembahyang.. Gunakan akal anda untuk menilai semula kekeliruan anda itu.
Sebenarnya mudah al quran memerintahkan manusia keatas perkara yang bertentangan dengan nafsu begitu juga hadis. Ada tak yang disukai nafsu? Kalau kita mendapati sebaliknya itulah yang sebenarnya penipuan.

Zulia
Profesor Madya

Number of posts: 1529
Age: 31
State:
Reputation: 3
Credits: 2510
Registration date: 2009-12-23

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by tolokminda on Sun May 16, 2010 10:54 am

Salam Zulia,

Sila buktikan bahawa Tuhan ada menyuruh kita merujuk kepada cerita-cerita "para sahabat" untuk mendapat petunjukNya. Ingat, Tuhan suruh patuh kepada Dia dan RasulNya bukan menipu menggunakan nama Tuhan dan Rasul.

tolokminda
Doktor Falsafah

Number of posts: 1072
Reputation: 0
Credits: 2051
Registration date: 2009-10-02

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by semut api on Sun May 16, 2010 10:59 am

kaum akai bersekongkol dgn incik faried kan yg mengatakan AQ bukanlah firman Allah, apa komenmu wahai incik tolok???

semut api
Doktor Falsafah

Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26

Back to top Go down

Re: Anjing dalam pandangan sunnah

Post by Zulia on Sun May 16, 2010 5:54 pm

Saya sudah memberitahu ayat yang menyuruh kita ' bertanyalah kamu kepada mereka yang mempunyai pengetahuan'

Orang yang buat tafsiran sendiri memang tak jumpa. Jadi siapa yang lebih berpengetahuan itu? Tuan TM kah, tidak ada siapa pun di sini yang layak untuk ditanya. Siapa yang lebih faham tentang agama ialah pertamanya Nabi SAW, diikuti para sahabat keranaNabi sendiri mengiktiraf sahabatnya berbeza dengan kaum Yahudi, selepas itu diikuti para tabiin dan ulama_ulama yang mashyur, selepas berkurun lama nya barulah muncul golongan anti hadis, tolokminda dan sebagainya. Yang muktahir tu semua tak boleh pakai.

Zulia
Profesor Madya

Number of posts: 1529
Age: 31
State:
Reputation: 3
Credits: 2510
Registration date: 2009-12-23

Back to top Go down

Page 1 of 2 1, 2  Next

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum