Log in
Similar topics
Who is online?
In total there are 7 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 7 Guests :: 2 BotsNone
Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered usersThe newest registered user is Slogan
Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Top posters
| Admin (4097) | ||||
| mekganu (3628) | ||||
| Juang (3492) | ||||
| penditaputra (3027) | ||||
| tokkmudim (2844) | ||||
| Kalam (2631) | ||||
| myra_roses (2534) | ||||
| zafran0512 (2315) | ||||
| FeLiSeWoMaN (2310) | ||||
| tajuNM (2159) |
Anjing dalam pandangan sunnah
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 1 of 2 • Share •
Page 1 of 2 • 1, 2 
Anjing dalam pandangan sunnah
Fatwa Hukum Tentang Anjing
Oleh Rachmatdi Hatmosrojo, SH (Chambaraya DTC)
I. Penggunaan Anjing
II. Memelihara Anjing
III. Tempat Memelihara Anjing.
IV. Najisnya Anjing.
Mengenai Hukum Najisnya Anjing terdapat Qaidah / Dalil :
V. Cara Mencuci Najisnya Anjing.
Caranya
dengan mencuci barang-barang tersebut sebanyak 7X dan 1X pertama atau
salah satu dari 7X, dicampur dengan Debu.Yang sedemikian ini
berdasarkan Qaidah / Dalil dalil.
Mengenai Apakah Pemakaian Debu Dapat Digantikan Dengan Bahan Bahan Lain ?.
| |
Oleh Rachmatdi Hatmosrojo, SH (Chambaraya DTC)
I. Penggunaan Anjing
- Anjing
yang telah dilatih / dididik untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam
keperluan seperti ; Berburu, Menjaga Ternak, Menjaga Pekarangan,
halaman dan tanaman, Mencari penjahat atau menangkap penjahat SBB
Disebut KALBUL MUALLAM (Anjing Terpelajar). - Tanda-tanda
Anjing tersebut ; Bila dilepaskan untuk menangkap buruan atau binatang
buruan seperti Rusa, maka setelah Buruan ditangkap tidaklah dimakannya
tetapi diserahkan kepada tuannya atau di tinggalkan untuk tuannya. - Dapat disimpulkan bahwa memelihara Anjing untuk dididik dan dilatih itu Diperbolehkan.
II. Memelihara Anjing
- Memelihara
Anjing untuk kepentingan berburu, menjaga tanaman / halaman/
pekarangan, menjaga ternak dan kepentingan lainnya seperti Menjaga
rumah, mencari Penjahat atau menangkap penjahat, dan sebagainya
Diperbolehkan. - Memelihara Anjing tidak untuk kepentingan yang
bermanfaat seperti untuk kesenangan saja / sebagai hiasan rumah Tidak
Diperbolehkan. - Dasar Qaidah / Dalil Dalil.
Imam Syafi.
( Diambil dari Kitab Madjmusyarah Kitab Muhadzah Juz 9 Hal.23 oleh Imam
Nawawi ), yaitu ; Tidak Boleh Memelihara Anjing, kecuali untuk Berburu,
Menjaga Ternak Ternak / Tanaman atau Hal Semacam itu
Hadis Muslim Juz I Hal 685. (Diceritakan oleh Ibnu Umar ).
Sesungguhnya Rasulullah SAW memerintahkan membunuh Anjing kecuali Anjing untuk Berburu, untuk menjaga Ternak / Kambing.
Hadis Muslim Juz I Hal. 686.
Sesungguhnya
Rasulullah SAW bersabda : Barang Siapa Memelihara Anjing kecuali Anjing
Penjaga Ternak, Anjing Berburu / Anjing Penjaga Ladang, maka amalnya
setiap hari akan dikurangi dengan satu Qiroth .
**Kata Qiroth dalam hadis itu merupakan ukuran sebesar Gunung Uhud.
Hadis Buchori Juz 7 Hal 114.
Dari
ADY Bin Hatim Berkata ; Saya menanyakan kepada Rasulullah SAW bahwa
saya termasuk kaum berburu dengan anjing, maka Rasulullah SAW bersabda
: Jika engkau melepaskan anjing-anjing mu yang terdidik dan engkau
menyebut nama Allah, maka makanlah apa yang ditangkap oleh Anjing itu,
kecuali bila anjing itu memakannya maka Jangan engkau makan. Saya
khawatir kalau-kalau anjing itu menangkap untuk dirinya sendiri, dan
jika bercampur anjing itu dengan anjing lain (Anjing yang tidak
Terdidik) maka Janganlah engkau makan.
III. Tempat Memelihara Anjing.
- Meskipun
Anjing telah terdidik dan dapat digunakan, serta boleh dipelihara
sebagai hal-hal yang tersebut diatas, Anjing harus dipelihara pada
tempat Tersendiri dan Tidak pada tempat dimana si pemelihara tinggal. - Malaikat
Tidak mau masuk ke rumah dimana ada anjing / gambar anjing. Yang
dimaksud Malaikat adalah : RACHMAT dan BARAKAH ( Faidul Qodir Juz 6
Hal.50 ).
IV. Najisnya Anjing.
Mengenai Hukum Najisnya Anjing terdapat Qaidah / Dalil :
- Adapun
Najisnya Anjing adalah karena adanya Perintah menuangkan air bejana
yang terkena Jilatan Anjing dan Harus Membasuh bejananya. Rasulullah
SAW Bersabda : Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu dari pada
kamu sekalian, maka hendaknya kamu menuangkan bejana itu (Mengosongkan
isinya) kemudian membasuhnya 7X ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim Al
Fiqhu Alal Madzhahibilj Juz I Hal.16) . - Para pengikut Mazhab
Maliki mengatakan bahwa tiap-tiap barang yang hidup itu SUCI keadaannya
walaupun seekor Anjing / Babi. Para pengikut Mazhab Hanafi setuju
terhadap mereka ini bahwa anjing itu Suci keadaannya selama dia masih
hidup saja. Pengikut Mazhab Hanafi mengatakan bahwa Liur anjing itu
Najis selama anjing masih Hidup, karena mengikuti najisnya Daging
anjing itu sesudah matinya. (Al-Fiqhu Alal Madzahibil Arbaah Juz I
Hal.16 ).
- Bahwa
anjing itu najis seluruhnya, berdasarkan adanya perintah mencuci bejana
yang dijilatnya sebanyak 7X. Bahkan menurut pendapat Imam Syafi tentang
Najisnya anjing ini termasuk najis Mugholadoh (Najis yang diberatkan).
Sebab mencuci bejana yang kena najis tersebut sampai 7X dan 1X
diantaranya harus dicampuri dengan Debu. Pendapat ini diikuti oleh
umumnya Kaum Muslimin di Indonesia dan mereka yang Bermazhab Syafi. - Bahwa
anjing itu selama masih hidup suci keadaannya. Adapun bila ada barang
yang dijilat anjing diperintahkan mencucinya 7X, perintah yang demikian
itu harus ditaati tetapi Tidak ditegaskan bahwa perintah ini mencuci
sedemikian itu disebabkan karena Najisnya Anjing. Demikian ini yang
diikuti oleh mereka yang Bermazhab Maliki. - Bahwa anjing itu
selama masih hidup suci keadaannya kecuali air liurnya. Adapun liurnya
adalah Najis, sebab diikutkan Najisnya daging anjing jika sudah mati,
dan yang demikian ini diikuti oleh mereka yang Bermazhab Hanafi.
V. Cara Mencuci Najisnya Anjing.
Caranya
dengan mencuci barang-barang tersebut sebanyak 7X dan 1X pertama atau
salah satu dari 7X, dicampur dengan Debu.Yang sedemikian ini
berdasarkan Qaidah / Dalil dalil.
Mengenai Apakah Pemakaian Debu Dapat Digantikan Dengan Bahan Bahan Lain ?.
- Secara
Physiche Waarde, maka dapat digunakan soda, sabun Potas dan lain lain
sebagai pengganti debu untuk Campuran air Basuhan. ( Kitab Al
Fiqhusalah Madzahibil Arbaah Juz I Hal. 29 dan Kifajatul Achjar Hal. 71
). - Tidak dapat diganti debu dengan Bahan lainnya. Sebagai
campuran air basuhan hanya dapat digunakan debu dan segala semacamnya
(Debu halus, Kuning, Merah, Putih, Debu yang belum hancur / wungkul
bahkan debu campur Tepung). ( Kitab Al Fiqhusalah Madzahibil Arbaah Juz
I Hal. 30 dan Kitab Kifajatul Achjar Hal.71 ). - Mementingkan ada / tidak adanya debu dan atau rusak / tidaknya barang-barang itu dicuci dengan debu.
- Jadi
sepanjang Hukum, Diperbolehkan Memelihara Anjing untuk Keperluan,
Kepolisian atau Kemiliteran dalam mengusut suatu kejahatan. - Jika
masih dianggap Najis, maka Pemelihara, Pawang atau Pelatih dapat
menghindari sentuhannya dalam keadaan Basah ( Liurnya ), bila
menghindari yang baik, wajib baginya mencuci tempat yang kena sentuhan
anjing. - Maka boleh bagi yang bertaklid pada Imam Syafi akan
bertaklid dalam kejadian yang serupa ini pada Mazhab Hanafi, Karena
Mazhab ini hanya mewajibkan sekedar mencucinya secara biasa. Juga
Diharuskan bertaklid pada Mazhab Maliki.
- Surat Universitas Al Azhar beserta Terjemahannya.
- Salinan Surat Jawatan Urusan Agama Tgl. 13 -12 1956 No.655 / A / 1 / 156

PenjunjungEhsan- Pensyarah
- Number of posts: 678
Age: 30
State:
Reputation: 0
Credits: 1454
Registration date: 2010-05-12
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
ala, terimakasih kerana paste kan hukum tersebut, tapi sayang puak2 akai akan menentang sehabis2nya kerana kamu tak ikut AQ katanya muahahahaha

semut api- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
Salam Semut Api,
Tengok tajuk pun dah jelas pandangan yang diberi memang tak mengikut Al-Quran. Tapi tak bermakna ia harus ditentang habis-habisan. Masing-masing ada akal untuk berfikir. Tuhan juga dah beri Al-Quran sebagai rujukan. Jika tuan semut api nak rujuk pihak lain, itu hak tuan. Tapi siapa yang percaya kepada Tuhan dan Rasul, tentulah mereka tidak akan rujuk sumber lain selain Al-Quran.
Tengok tajuk pun dah jelas pandangan yang diberi memang tak mengikut Al-Quran. Tapi tak bermakna ia harus ditentang habis-habisan. Masing-masing ada akal untuk berfikir. Tuhan juga dah beri Al-Quran sebagai rujukan. Jika tuan semut api nak rujuk pihak lain, itu hak tuan. Tapi siapa yang percaya kepada Tuhan dan Rasul, tentulah mereka tidak akan rujuk sumber lain selain Al-Quran.

tolokminda- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1072
Reputation: 0
Credits: 2051
Registration date: 2009-10-02
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
org yg buat hukum tu rujuk pada bible eh? atau rujuk komik sinchan?

semut api- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
PenjunjungEhsan wrote:Fatwa Hukum Tentang Anjing
![]()
![]()
Oleh Rachmatdi Hatmosrojo, SH (Chambaraya DTC)
I. Penggunaan Anjing
- Anjing
yang telah dilatih / dididik untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam
keperluan seperti ; Berburu, Menjaga Ternak, Menjaga Pekarangan,
halaman dan tanaman, Mencari penjahat atau menangkap penjahat SBB
Disebut KALBUL MUALLAM (Anjing Terpelajar).- Tanda-tanda
Anjing tersebut ; Bila dilepaskan untuk menangkap buruan atau binatang
buruan seperti Rusa, maka setelah Buruan ditangkap tidaklah dimakannya
tetapi diserahkan kepada tuannya atau di tinggalkan untuk tuannya.- Dapat disimpulkan bahwa memelihara Anjing untuk dididik dan dilatih itu Diperbolehkan.
II. Memelihara Anjing
- Memelihara
Anjing untuk kepentingan berburu, menjaga tanaman / halaman/
pekarangan, menjaga ternak dan kepentingan lainnya seperti Menjaga
rumah, mencari Penjahat atau menangkap penjahat, dan sebagainya
Diperbolehkan.- Memelihara Anjing tidak untuk kepentingan yang
bermanfaat seperti untuk kesenangan saja / sebagai hiasan rumah Tidak
Diperbolehkan.- Dasar Qaidah / Dalil Dalil.
Imam Syafi.
( Diambil dari Kitab Madjmusyarah Kitab Muhadzah Juz 9 Hal.23 oleh Imam
Nawawi ), yaitu ; Tidak Boleh Memelihara Anjing, kecuali untuk Berburu,
Menjaga Ternak Ternak / Tanaman atau Hal Semacam itu
Hadis Muslim Juz I Hal 685. (Diceritakan oleh Ibnu Umar ).
Sesungguhnya Rasulullah SAW memerintahkan membunuh Anjing kecuali Anjing untuk Berburu, untuk menjaga Ternak / Kambing.
Hadis Muslim Juz I Hal. 686.
Sesungguhnya
Rasulullah SAW bersabda : Barang Siapa Memelihara Anjing kecuali Anjing
Penjaga Ternak, Anjing Berburu / Anjing Penjaga Ladang, maka amalnya
setiap hari akan dikurangi dengan satu Qiroth .
**Kata Qiroth dalam hadis itu merupakan ukuran sebesar Gunung Uhud.
Hadis Buchori Juz 7 Hal 114.
Dari
ADY Bin Hatim Berkata ; Saya menanyakan kepada Rasulullah SAW bahwa
saya termasuk kaum berburu dengan anjing, maka Rasulullah SAW bersabda
: Jika engkau melepaskan anjing-anjing mu yang terdidik dan engkau
menyebut nama Allah, maka makanlah apa yang ditangkap oleh Anjing itu,
kecuali bila anjing itu memakannya maka Jangan engkau makan. Saya
khawatir kalau-kalau anjing itu menangkap untuk dirinya sendiri, dan
jika bercampur anjing itu dengan anjing lain (Anjing yang tidak
Terdidik) maka Janganlah engkau makan.
III. Tempat Memelihara Anjing.
- Meskipun
Anjing telah terdidik dan dapat digunakan, serta boleh dipelihara
sebagai hal-hal yang tersebut diatas, Anjing harus dipelihara pada
tempat Tersendiri dan Tidak pada tempat dimana si pemelihara tinggal.- Malaikat
Tidak mau masuk ke rumah dimana ada anjing / gambar anjing. Yang
dimaksud Malaikat adalah : RACHMAT dan BARAKAH ( Faidul Qodir Juz 6
Hal.50 ).
IV. Najisnya Anjing.
Mengenai Hukum Najisnya Anjing terdapat Qaidah / Dalil :Dari Kedua Dalil Tersebut Diatas, Dapat Disimpulkan Bahwa Terdapat 3 Pendapat, yaitu ;
- Adapun
Najisnya Anjing adalah karena adanya Perintah menuangkan air bejana
yang terkena Jilatan Anjing dan Harus Membasuh bejananya. Rasulullah
SAW Bersabda : Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu dari pada
kamu sekalian, maka hendaknya kamu menuangkan bejana itu (Mengosongkan
isinya) kemudian membasuhnya 7X ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim Al
Fiqhu Alal Madzhahibilj Juz I Hal.16) .- Para pengikut Mazhab
Maliki mengatakan bahwa tiap-tiap barang yang hidup itu SUCI keadaannya
walaupun seekor Anjing / Babi. Para pengikut Mazhab Hanafi setuju
terhadap mereka ini bahwa anjing itu Suci keadaannya selama dia masih
hidup saja. Pengikut Mazhab Hanafi mengatakan bahwa Liur anjing itu
Najis selama anjing masih Hidup, karena mengikuti najisnya Daging
anjing itu sesudah matinya. (Al-Fiqhu Alal Madzahibil Arbaah Juz I
Hal.16 ).
- Bahwa
anjing itu najis seluruhnya, berdasarkan adanya perintah mencuci bejana
yang dijilatnya sebanyak 7X. Bahkan menurut pendapat Imam Syafi tentang
Najisnya anjing ini termasuk najis Mugholadoh (Najis yang diberatkan).
Sebab mencuci bejana yang kena najis tersebut sampai 7X dan 1X
diantaranya harus dicampuri dengan Debu. Pendapat ini diikuti oleh
umumnya Kaum Muslimin di Indonesia dan mereka yang Bermazhab Syafi.- Bahwa
anjing itu selama masih hidup suci keadaannya. Adapun bila ada barang
yang dijilat anjing diperintahkan mencucinya 7X, perintah yang demikian
itu harus ditaati tetapi Tidak ditegaskan bahwa perintah ini mencuci
sedemikian itu disebabkan karena Najisnya Anjing. Demikian ini yang
diikuti oleh mereka yang Bermazhab Maliki.- Bahwa anjing itu
selama masih hidup suci keadaannya kecuali air liurnya. Adapun liurnya
adalah Najis, sebab diikutkan Najisnya daging anjing jika sudah mati,
dan yang demikian ini diikuti oleh mereka yang Bermazhab Hanafi.
V. Cara Mencuci Najisnya Anjing.
Caranya
dengan mencuci barang-barang tersebut sebanyak 7X dan 1X pertama atau
salah satu dari 7X, dicampur dengan Debu.Yang sedemikian ini
berdasarkan Qaidah / Dalil dalil.
Mengenai Apakah Pemakaian Debu Dapat Digantikan Dengan Bahan Bahan Lain ?.KESIMPULAN :
- Secara
Physiche Waarde, maka dapat digunakan soda, sabun Potas dan lain lain
sebagai pengganti debu untuk Campuran air Basuhan. ( Kitab Al
Fiqhusalah Madzahibil Arbaah Juz I Hal. 29 dan Kifajatul Achjar Hal. 71
).- Tidak dapat diganti debu dengan Bahan lainnya. Sebagai
campuran air basuhan hanya dapat digunakan debu dan segala semacamnya
(Debu halus, Kuning, Merah, Putih, Debu yang belum hancur / wungkul
bahkan debu campur Tepung). ( Kitab Al Fiqhusalah Madzahibil Arbaah Juz
I Hal. 30 dan Kitab Kifajatul Achjar Hal.71 ).- Mementingkan ada / tidak adanya debu dan atau rusak / tidaknya barang-barang itu dicuci dengan debu.
Sumber tulisan :
- Jadi
sepanjang Hukum, Diperbolehkan Memelihara Anjing untuk Keperluan,
Kepolisian atau Kemiliteran dalam mengusut suatu kejahatan.- Jika
masih dianggap Najis, maka Pemelihara, Pawang atau Pelatih dapat
menghindari sentuhannya dalam keadaan Basah ( Liurnya ), bila
menghindari yang baik, wajib baginya mencuci tempat yang kena sentuhan
anjing.- Maka boleh bagi yang bertaklid pada Imam Syafi akan
bertaklid dalam kejadian yang serupa ini pada Mazhab Hanafi, Karena
Mazhab ini hanya mewajibkan sekedar mencucinya secara biasa. Juga
Diharuskan bertaklid pada Mazhab Maliki.
- Surat Universitas Al Azhar beserta Terjemahannya.
- Salinan Surat Jawatan Urusan Agama Tgl. 13 -12 1956 No.655 / A / 1 / 156
boleh tuan kemukakan hadis nabi suruh bunuh anjing .

othman- Sarjana
- Number of posts: 467
Reputation: 0
Credits: 1431
Registration date: 2009-10-07
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
kamu pun percaya hadis atau selain akai kamu incik seman???

semut api- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
semut api wrote:kamu pun percaya hadis atau selain akai kamu incik seman???
baca dulu kemudian bandingkan dgn al quran guna akal . ada benda kita tak perlu rujuk apa2 pun contohnya memelihara semut api , guna akal sikit pun kita tau jawapan dia . sebenarnya dalam hati kita tu ada al quran kalau kita rajin belajar dan tidak dengki dan sombong serta mempersendakan orang . kalau kita taklid buta maka takat tu jer lah perkenalan kita dgn ilmu .

othman- Sarjana
- Number of posts: 467
Reputation: 0
Credits: 1431
Registration date: 2009-10-07
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
kerana akallah aku tanya macam pada puak2 kamu tapi akal aku terus kecewa, soalan tanpa jawapan , hempeh

semut api- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
semut api wrote:org yg buat hukum tu rujuk pada bible eh? atau rujuk komik sinchan?
Salam semut api,
Saya tak kata penulisnya merujuk kepada bible. Tapi tuan tengoklah sendiri semua sumber rujukan yang dinyatakan. Misalnya - Imam Shafie, Hadis Muslim, Ibnu Umar, dsbnya. Jadi kalau tidak bersumberkan bible sekalipun ia tetap tidak bersumberkan Al-Quran.

tolokminda- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1072
Reputation: 0
Credits: 2051
Registration date: 2009-10-02
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
tolokminda wrote:semut api wrote:org yg buat hukum tu rujuk pada bible eh? atau rujuk komik sinchan?
Salam semut api,
Saya tak kata penulisnya merujuk kepada bible. Tapi tuan tengoklah sendiri semua sumber rujukan yang dinyatakan. Misalnya - Imam Shafie, Hadis Muslim, Ibnu Umar, dsbnya. Jadi kalau tidak bersumberkan bible sekalipun ia tetap tidak bersumberkan Al-Quran.
itu prasangka kamu, sudah2la hidup dlm prasangka, tak bawa kamu kemana pun, mereka merujuk pada pada AQ sebagai sumber utama, then sunnah, then ijmak ulamak then qias, sebab tu dlm AQ ada ayat mutasyabihat & ada ayat muhkamat, itu pun tak reti fikir ker?

semut api- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
Salam semut api,
Mana ada prasangka. Dah terang dan jelas tajuknya pun "anjing dalam pandangan sunnah".
Mana ada prasangka. Dah terang dan jelas tajuknya pun "anjing dalam pandangan sunnah".

tolokminda- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1072
Reputation: 0
Credits: 2051
Registration date: 2009-10-02
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
Salam,
Kalau kita fikir jauh lagi, jika imam-imam itu bersumberkan Al Quran, pasti mereka boleh quotekan daripada ayat-ayat Al Quran mana mereka buat kesimpulan begitu. Tetapi hakikatnya tiada.
Kalau kita fikir jauh lagi, jika imam-imam itu bersumberkan Al Quran, pasti mereka boleh quotekan daripada ayat-ayat Al Quran mana mereka buat kesimpulan begitu. Tetapi hakikatnya tiada.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
barangsiapa buta didunia nescaya akan buta pula siakhirat nanti !! kesian aku tengok puak2 akai yg kesempitan akai & susah nak faham apa yg org lain ingin sampaikan, dibiarkan matahatinya buta & terus buta kerana kosombongan juga kerakusan hawa nafsunya, bukankah sunnah itu pun merujuk pokok asal usul apa2 hukum dari AQ sendiri? tidakkah akal kamu mengerti???

semut api- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
Salam, saya masih baru dalam suasana di sini ni. Lagipun pada pandangan saya, tidak salah untuk kita berbincang dan bermusyawarah. Inilah namanya luas fiq islam sebenarnya kita tak tahu. Saya setuju, anjing tidak disebut sebagai haram di dalam Quran dan ia hanya diqiaskan dengan babi yang jelas haram dan disebut dalam Quran. Ada pun hadith nabi yang menyatakan jilatan anjing hendaklah di cuci dengan air bersih 7 kali dan salah satu daripadanya air tanah. Tapi kaedah tersebut tidak dijelaskan untuk babi didalam Quran dan inilah peranan Rasul untuk menjelaskan. Kalau fikir dengan aqal, anjing yang dinyatakan haram jilatannya dalam hadith nabi pun haram, apatah lagi babi yang disebut di dalam Quran. Agama kalau kita semata-mata memikirkannya dengan aqal memang banyak yang tidak logik, tapi bila kita berpandukan wahyu Illahi semuanya jelas. Terima kasih semua sebab memberikan respon keatas ruangan ini.

PenjunjungEhsan- Pensyarah
- Number of posts: 678
Age: 30
State:
Reputation: 0
Credits: 1454
Registration date: 2010-05-12
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
PenjunjungEhsan wrote:Salam, saya masih baru dalam suasana di sini ni. Lagipun pada pandangan saya, tidak salah untuk kita berbincang dan bermusyawarah. Inilah namanya luas fiq islam sebenarnya kita tak tahu. Saya setuju, anjing tidak disebut sebagai haram di dalam Quran dan ia hanya diqiaskan dengan babi yang jelas haram dan disebut dalam Quran. Ada pun hadith nabi yang menyatakan jilatan anjing hendaklah di cuci dengan air bersih 7 kali dan salah satu daripadanya air tanah. Tapi kaedah tersebut tidak dijelaskan untuk babi didalam Quran dan inilah peranan Rasul untuk menjelaskan. Kalau fikir dengan aqal, anjing yang dinyatakan haram jilatannya dalam hadith nabi pun haram, apatah lagi babi yang disebut di dalam Quran. Agama kalau kita semata-mata memikirkannya dengan aqal memang banyak yang tidak logik, tapi bila kita berpandukan wahyu Illahi semuanya jelas. Terima kasih semua sebab memberikan respon keatas ruangan ini.
yg maliki kata ok tu dari nabi mana pulak ?

othman- Sarjana
- Number of posts: 467
Reputation: 0
Credits: 1431
Registration date: 2009-10-07
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
Ketidakseragaman dalam menetapkan hukum itu menunjukkan itu hanyalah pandangan manusia, bukannya hukum daripada Allah.
Al Quran adalah sumber utama. Kemudian ada orang cakap, Nabi Muhammad meletakkan hukum najis pada anjing sedangkan tiada ayat Al Quran sebagai sumber hukum tersebut. Jika kita fikirkan, seolah-olah mereka mendakwa Nabi Muhammad berhukum tanpa berlandaskan Al Quran. Tak mungkin seorang Nabi begitu perangainya.
Al Quran adalah sumber utama. Kemudian ada orang cakap, Nabi Muhammad meletakkan hukum najis pada anjing sedangkan tiada ayat Al Quran sebagai sumber hukum tersebut. Jika kita fikirkan, seolah-olah mereka mendakwa Nabi Muhammad berhukum tanpa berlandaskan Al Quran. Tak mungkin seorang Nabi begitu perangainya.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
Mereka mendakwa ulama yang menulis hadis. Sebab itu belajar bagi habis. Hadis dihafal dan ditulis oleh para sahabat sama seperti mereka menghafal al quran dan menulisnya dilembaran kain, pelepah tamar dan sebagainya. Al quran hanya dibukukan pada zaman khalifah ketiga. Ulama-ulama salaf juga belajar melalui al quran dan hadis. Kerana hadis itu banyak dan ulama pula mengkaji al quran dan hadis dan menyusun ilmu itu agar orang Islam mudah belajar dan berkembanglah ilmu itu menjadi tasawuf, fekah dan sebagainya. Hukum dari Allah melalui dalil Al quran dan walaupun tidak ada dalam al quran, tetapi ada dalam hadis maka ia tetap diambil kerana al quran mengatakan taat kan Allah dan taat kan rasul. Tidak mungkin kita lebih takwa dari Nabi dan lebih pandai dari Nabi. Nabi lebih kenal hukum Allah dari manusia. Kalau dalam al quran tidak sebut dan nabi menyebutnya. tak kan kita kata nabi yang memandai-mandai buat sedangkan baginda lebih tahu. Kalau sahabat tanya macamana nak bersolat maka nabi mesti mengajarnya dan ia akan menjadi hadis. Sebab itu hadis itu memang banyak. Perselisihan atas perkara yang kecil
ulama pun berlapang dada kerana perbezaan jumlah hadis yang diterima oleh para sahabat. Tapi ulama tidak berselisih atas perkara pokok dan akidah seperti perlaksanaan solat kerana selain ia diperintahkan didalam al quran, hadisnya juga jelas dan sohih dan perlaksanaannya yang tidak putus diturunkan dari zaman Nabi ke generasi seterusnya. Ada tak zaman di mana orang Islam tak sembahyang.. Gunakan akal anda untuk menilai semula kekeliruan anda itu.
Sebenarnya mudah al quran memerintahkan manusia keatas perkara yang bertentangan dengan nafsu begitu juga hadis. Ada tak yang disukai nafsu? Kalau kita mendapati sebaliknya itulah yang sebenarnya penipuan.
ulama pun berlapang dada kerana perbezaan jumlah hadis yang diterima oleh para sahabat. Tapi ulama tidak berselisih atas perkara pokok dan akidah seperti perlaksanaan solat kerana selain ia diperintahkan didalam al quran, hadisnya juga jelas dan sohih dan perlaksanaannya yang tidak putus diturunkan dari zaman Nabi ke generasi seterusnya. Ada tak zaman di mana orang Islam tak sembahyang.. Gunakan akal anda untuk menilai semula kekeliruan anda itu.
Sebenarnya mudah al quran memerintahkan manusia keatas perkara yang bertentangan dengan nafsu begitu juga hadis. Ada tak yang disukai nafsu? Kalau kita mendapati sebaliknya itulah yang sebenarnya penipuan.
Zulia- Profesor Madya
- Number of posts: 1529
Age: 31
State:
Reputation: 3
Credits: 2510
Registration date: 2009-12-23
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
Salam Zulia,
Sila buktikan bahawa Tuhan ada menyuruh kita merujuk kepada cerita-cerita "para sahabat" untuk mendapat petunjukNya. Ingat, Tuhan suruh patuh kepada Dia dan RasulNya bukan menipu menggunakan nama Tuhan dan Rasul.
Sila buktikan bahawa Tuhan ada menyuruh kita merujuk kepada cerita-cerita "para sahabat" untuk mendapat petunjukNya. Ingat, Tuhan suruh patuh kepada Dia dan RasulNya bukan menipu menggunakan nama Tuhan dan Rasul.

tolokminda- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1072
Reputation: 0
Credits: 2051
Registration date: 2009-10-02
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
kaum akai bersekongkol dgn incik faried kan yg mengatakan AQ bukanlah firman Allah, apa komenmu wahai incik tolok???

semut api- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2620
Registration date: 2009-04-26
Re: Anjing dalam pandangan sunnah
Saya sudah memberitahu ayat yang menyuruh kita ' bertanyalah kamu kepada mereka yang mempunyai pengetahuan'
Orang yang buat tafsiran sendiri memang tak jumpa. Jadi siapa yang lebih berpengetahuan itu? Tuan TM kah, tidak ada siapa pun di sini yang layak untuk ditanya. Siapa yang lebih faham tentang agama ialah pertamanya Nabi SAW, diikuti para sahabat keranaNabi sendiri mengiktiraf sahabatnya berbeza dengan kaum Yahudi, selepas itu diikuti para tabiin dan ulama_ulama yang mashyur, selepas berkurun lama nya barulah muncul golongan anti hadis, tolokminda dan sebagainya. Yang muktahir tu semua tak boleh pakai.
Orang yang buat tafsiran sendiri memang tak jumpa. Jadi siapa yang lebih berpengetahuan itu? Tuan TM kah, tidak ada siapa pun di sini yang layak untuk ditanya. Siapa yang lebih faham tentang agama ialah pertamanya Nabi SAW, diikuti para sahabat keranaNabi sendiri mengiktiraf sahabatnya berbeza dengan kaum Yahudi, selepas itu diikuti para tabiin dan ulama_ulama yang mashyur, selepas berkurun lama nya barulah muncul golongan anti hadis, tolokminda dan sebagainya. Yang muktahir tu semua tak boleh pakai.
Zulia- Profesor Madya
- Number of posts: 1529
Age: 31
State:
Reputation: 3
Credits: 2510
Registration date: 2009-12-23
Page 1 of 2 • 1, 2 
Similar topics» APAKAH PANDANGAN ANDA? U6A
» Esei Minggu ke 5- Penglibatan dalam kokurikulum
» 10 Sifat Mahmudah Yang Digariskan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Arbain Fi Usuludin
» Dasar-dasar Dalam Negara
» Euthanasia
» Esei Minggu ke 5- Penglibatan dalam kokurikulum
» 10 Sifat Mahmudah Yang Digariskan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Arbain Fi Usuludin
» Dasar-dasar Dalam Negara
» Euthanasia
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 1 of 2
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum