Log in
Similar topics
Who is online?
In total there are 6 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 6 Guests :: 1 BotNone
Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered usersThe newest registered user is Slogan
Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Top posters
| Admin (4097) | ||||
| mekganu (3628) | ||||
| Juang (3492) | ||||
| penditaputra (3027) | ||||
| tokkmudim (2844) | ||||
| Kalam (2631) | ||||
| myra_roses (2534) | ||||
| zafran0512 (2315) | ||||
| FeLiSeWoMaN (2310) | ||||
| tajuNM (2159) |
Perihal Petunjuk
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 1 of 1 • Share •
Perihal Petunjuk
1) Apa itu petunjuk?
2:53. Dan apabila Kami memberikan Musa al-Kitab, dan Pembeza, supaya kamu mendapat petunjuk.
Seperti cahaya matahari yang membezakan sesuatu di alam jasmani sehingga kita kenal zat benang putih dan benang hitam, maka petunjuk pula adalah pembeza di alam rohani agar kita kenal sifat benar dan dusta, baik dan jahat, rajin dan malas, bijak dan bodoh, kuat dan lemah, sabar dan marah, syukur dan kufur etc.
2) Siapa yang memberi petunjuk?
28:56. Kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada siapa yang kamu mencintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia mengkehendaki, dan Dia sangat mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Allah yang memberi petunjuk kepada manusia yang hatinya mahu menerima petunjuk itu.
68:7. Sesungguhnya Pemelihara kamu, Dia sangat mengetahui orang-orang yang sesat daripada jalan-Nya, dan Dia sangat mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Dan Dia-lah yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk dan siapa yang sesat. Jadi, jangan ada manusia berlagak rasa dirinya tuhan untuk menghukum seseorang individu itu sesat. Tugas kita hanyalah sampaikan perbezaan benar atau dusta. Pandai-pandailah orang lain nak buat pilihan sebab kita tidak mampu beri petunjuk kepada orang lain.
3) Kenapa kita perlukan petunjuk?
1:6. Tunjukkanlah kami jalan lurus,
1:7. Jalan orang-orang yang Engkau merahmati, bukan orang-orang yang ke atas mereka dimurkai, dan bukan juga orang-orang yang sesat.
Agar kita ditunjuki jalan orang2 yang diberi rahmat serta menjauhi jalan yang dilalui oleh orang2 yang dimurkai dan orang2 yang sesat.
2:38. Kami berkata, "Turunlah kamu keluar darinya, kesemuanya. Jika datang kepada kamu petunjuk daripada-Ku, dan sesiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, tiadalah ketakutan pada mereka, dan tidaklah mereka bersedih.
Agar kita hidup tanpa ketakutan dan tidak berasa sedih sebab hati kita sentiasa ditemani oleh Allah Yang Maha Kaya. Bila hati kita tiada ketakutan, kita tidak akan sembah selain Allah lagi (tidak menurut sesuatu ajaran membuta-tuli). Kita hanya bertaqwa kepada Allah semata-mata dengan berpegang sesuatu yang benar sahaja.
4) Siapa yang membawa petunjuk ke dalam hati?
2:97. Katakanlah, "Sesiapa yang menjadi musuh kepada Jibril, maka dialah yang menurunkannya ke dalam hati kamu, dengan izin Allah, mengesahkan apa yang sebelumnya, dan petunjuk, dan berita gembira bagi orang-orang mukmin."
Apabila hati seseorang itu dapat membezakan benar atau dusta apabila mendengar sesuatu kata2, sebenarnya ketika itu Jibril telah membawa turun petunjuk itu ke dalam hatinya. Terpulanglah pada hati itu nak menerima atau mengengkari. Sesiapa yang mengengkari, hakikatnya dia telah memusuhi Jibril.
5) Bagaimana cara untuk mendapat petunjuk?
39:17. Orang-orang yang menjauhi daripada menyembah Thagut, dan berkesesalan kepada Allah, bagi mereka berita gembira. Maka kamu berilah berita gembira kepada hamba-hamba-Ku,
39:18. Yang mendengar ucapan, dan mengikuti yang paling baik daripadanya, mereka itulah orang-orang yang Allah memberi petunjuk kepada mereka; mereka itu, merekalah orang-orang yang mempunyai minda.
Jauhi menyembah thagut (menurut ajaran2 dusta yang diadakan) dan kembali kepada Allah iaitu dengan mendengar semua ucapan (tanpa bias pada mana2 pihak), dan ikutilah mana yang paling baik, sebab yang datangkan sesuatu yang paling baik itu adalah Allah. Itulah cara untuk dapat petunjuk. Secara tidak langsung, kita pun jadi orang yang neutral.
Jadi, yang manusia itu pergi buat satu ketetapan amalan ritual dengan pergerakan badan yang tertentu yang tiada perkaitannya dengan cara untuk mendapat petunjuk, apa tujuannya?
Allah sudah kata yang dapat petunjuk itu adalah orang yang mempunyai minda, maka hiduplah dengan membuka minda agar mudah mengikuti sesuatu yang paling baik dalam hidup kita. Hendak beramal, biarlah perbuatan kita itu mempunyai bukti yang melayakkan kita dapat petunjuk (menggunakan minda).
6) Petunjuk dari manusia bagaimana yang patut kita ikuti?
6:83. Itulah hujah Kami yang Kami memberikan Ibrahim terhadap kaumnya. Kami menaikkan darjat siapa yang Kami mengkehendaki; sesungguhnya Pemelihara kamu Bijaksana, Mengetahui.
6:84. Dan Kami memberikan dia Ishak, dan Yaakub - masing-masing Kami memberi petunjuk. Dan Nuh, Kami memberi petunjuk sebelum itu, dan daripada keturunannya, Daud, dan Sulaiman, dan Ayub, dan Yusuf, dan Musa, dan Harun - begitulah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik.
6:85. Dan Zakaria, dan Yahya, dan Isa, dan Elias; masing-masing termasuk orang-orang salih.
6:86. Dan Ismail, dan Alyasa, dan Yunus, dan Lut; masing-masing Kami melebihkan di atas semua alam.
6:87. Dan daripada bapa-bapa mereka, dan keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka; dan Kami memilih mereka, dan Kami memberi mereka petunjuk pada jalan lurus.
6:88. Itulah petunjuk Allah; Dia memberi petunjuk dengannya kepada siapa yang Dia mengkehendaki daripada hamba-hamba-Nya; sekiranya mereka orang-orang yang mempersekutukan, nescaya sia-sialah bagi mereka apa yang mereka telah buat.
6:89. Mereka itulah orang-orang yang kepada mereka Kami memberikan Kitab, dan Putusan, dan Kenabian. Jika mereka tidak percaya kepadanya, Kami mengamanahkannya kepada suatu kaum yang bukanlah orang-orang yang tidak percaya kepadanya.
6:90. Mereka itulah orang-orang yang Allah memberi petunjuk; maka ikutlah petunjuk mereka. Katakanlah, "Aku tidak meminta kepada kamu upah untuknya; ia hanyalah satu peringatan untuk semua alam."
Petunjuk yang diturunkan kepada semua Nabi-nabi terdahulu (tanpa taksub pada seseorang Nabi) yang disampaikan oleh orang2 yang tidak meminta upah daripada kita.
2:53. Dan apabila Kami memberikan Musa al-Kitab, dan Pembeza, supaya kamu mendapat petunjuk.
Seperti cahaya matahari yang membezakan sesuatu di alam jasmani sehingga kita kenal zat benang putih dan benang hitam, maka petunjuk pula adalah pembeza di alam rohani agar kita kenal sifat benar dan dusta, baik dan jahat, rajin dan malas, bijak dan bodoh, kuat dan lemah, sabar dan marah, syukur dan kufur etc.
2) Siapa yang memberi petunjuk?
28:56. Kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada siapa yang kamu mencintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia mengkehendaki, dan Dia sangat mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Allah yang memberi petunjuk kepada manusia yang hatinya mahu menerima petunjuk itu.
68:7. Sesungguhnya Pemelihara kamu, Dia sangat mengetahui orang-orang yang sesat daripada jalan-Nya, dan Dia sangat mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Dan Dia-lah yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk dan siapa yang sesat. Jadi, jangan ada manusia berlagak rasa dirinya tuhan untuk menghukum seseorang individu itu sesat. Tugas kita hanyalah sampaikan perbezaan benar atau dusta. Pandai-pandailah orang lain nak buat pilihan sebab kita tidak mampu beri petunjuk kepada orang lain.
3) Kenapa kita perlukan petunjuk?
1:6. Tunjukkanlah kami jalan lurus,
1:7. Jalan orang-orang yang Engkau merahmati, bukan orang-orang yang ke atas mereka dimurkai, dan bukan juga orang-orang yang sesat.
Agar kita ditunjuki jalan orang2 yang diberi rahmat serta menjauhi jalan yang dilalui oleh orang2 yang dimurkai dan orang2 yang sesat.
2:38. Kami berkata, "Turunlah kamu keluar darinya, kesemuanya. Jika datang kepada kamu petunjuk daripada-Ku, dan sesiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, tiadalah ketakutan pada mereka, dan tidaklah mereka bersedih.
Agar kita hidup tanpa ketakutan dan tidak berasa sedih sebab hati kita sentiasa ditemani oleh Allah Yang Maha Kaya. Bila hati kita tiada ketakutan, kita tidak akan sembah selain Allah lagi (tidak menurut sesuatu ajaran membuta-tuli). Kita hanya bertaqwa kepada Allah semata-mata dengan berpegang sesuatu yang benar sahaja.
4) Siapa yang membawa petunjuk ke dalam hati?
2:97. Katakanlah, "Sesiapa yang menjadi musuh kepada Jibril, maka dialah yang menurunkannya ke dalam hati kamu, dengan izin Allah, mengesahkan apa yang sebelumnya, dan petunjuk, dan berita gembira bagi orang-orang mukmin."
Apabila hati seseorang itu dapat membezakan benar atau dusta apabila mendengar sesuatu kata2, sebenarnya ketika itu Jibril telah membawa turun petunjuk itu ke dalam hatinya. Terpulanglah pada hati itu nak menerima atau mengengkari. Sesiapa yang mengengkari, hakikatnya dia telah memusuhi Jibril.
5) Bagaimana cara untuk mendapat petunjuk?
39:17. Orang-orang yang menjauhi daripada menyembah Thagut, dan berkesesalan kepada Allah, bagi mereka berita gembira. Maka kamu berilah berita gembira kepada hamba-hamba-Ku,
39:18. Yang mendengar ucapan, dan mengikuti yang paling baik daripadanya, mereka itulah orang-orang yang Allah memberi petunjuk kepada mereka; mereka itu, merekalah orang-orang yang mempunyai minda.
Jauhi menyembah thagut (menurut ajaran2 dusta yang diadakan) dan kembali kepada Allah iaitu dengan mendengar semua ucapan (tanpa bias pada mana2 pihak), dan ikutilah mana yang paling baik, sebab yang datangkan sesuatu yang paling baik itu adalah Allah. Itulah cara untuk dapat petunjuk. Secara tidak langsung, kita pun jadi orang yang neutral.
Jadi, yang manusia itu pergi buat satu ketetapan amalan ritual dengan pergerakan badan yang tertentu yang tiada perkaitannya dengan cara untuk mendapat petunjuk, apa tujuannya?
Allah sudah kata yang dapat petunjuk itu adalah orang yang mempunyai minda, maka hiduplah dengan membuka minda agar mudah mengikuti sesuatu yang paling baik dalam hidup kita. Hendak beramal, biarlah perbuatan kita itu mempunyai bukti yang melayakkan kita dapat petunjuk (menggunakan minda).
6) Petunjuk dari manusia bagaimana yang patut kita ikuti?
6:83. Itulah hujah Kami yang Kami memberikan Ibrahim terhadap kaumnya. Kami menaikkan darjat siapa yang Kami mengkehendaki; sesungguhnya Pemelihara kamu Bijaksana, Mengetahui.
6:84. Dan Kami memberikan dia Ishak, dan Yaakub - masing-masing Kami memberi petunjuk. Dan Nuh, Kami memberi petunjuk sebelum itu, dan daripada keturunannya, Daud, dan Sulaiman, dan Ayub, dan Yusuf, dan Musa, dan Harun - begitulah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik.
6:85. Dan Zakaria, dan Yahya, dan Isa, dan Elias; masing-masing termasuk orang-orang salih.
6:86. Dan Ismail, dan Alyasa, dan Yunus, dan Lut; masing-masing Kami melebihkan di atas semua alam.
6:87. Dan daripada bapa-bapa mereka, dan keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka; dan Kami memilih mereka, dan Kami memberi mereka petunjuk pada jalan lurus.
6:88. Itulah petunjuk Allah; Dia memberi petunjuk dengannya kepada siapa yang Dia mengkehendaki daripada hamba-hamba-Nya; sekiranya mereka orang-orang yang mempersekutukan, nescaya sia-sialah bagi mereka apa yang mereka telah buat.
6:89. Mereka itulah orang-orang yang kepada mereka Kami memberikan Kitab, dan Putusan, dan Kenabian. Jika mereka tidak percaya kepadanya, Kami mengamanahkannya kepada suatu kaum yang bukanlah orang-orang yang tidak percaya kepadanya.
6:90. Mereka itulah orang-orang yang Allah memberi petunjuk; maka ikutlah petunjuk mereka. Katakanlah, "Aku tidak meminta kepada kamu upah untuknya; ia hanyalah satu peringatan untuk semua alam."
Petunjuk yang diturunkan kepada semua Nabi-nabi terdahulu (tanpa taksub pada seseorang Nabi) yang disampaikan oleh orang2 yang tidak meminta upah daripada kita.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Perihal Petunjuk
2:135. Dan mereka berkata, "Hendaklah kamu menjadi Yahudi atau Nasrani, dan kamu akan mendapat petunjuk." Katakanlah, "Tidak, tetapi anutan Ibrahim, seorang yang lurus, dan dia bukan orang yang menyekutukan."
2:120. Dan tidaklah orang-orang Yahudi akan berpuas hati dengan kamu, dan tidak juga orang-orang Nasrani, sehingga kamu mengikuti anutan mereka. Katakanlah, "Petunjuk Allah ialah petunjuk yang benar." Jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan yang datang kepada kamu, maka kamu tidak akan ada, terhadap Allah, wali (pelindung) dan tiada juga penolong.
Orang2 Yahudi dan Nasrani dahulu mengatakan dengan menjadi seperti mereka sahajalah barulah dapat petunjuk. Seolah-olah mereka menyempitkan urusan pemberian petunjuk itu. Walhal Allah sudah lapangkan cara untuk mendapat petunjuk iaitu mendengar semua pandangan dan ikutilah yang paling baik, bukannya dengan ikut sesuatu puak atau golongan.
Jadi, jika ada orang2 sebegitu perangainya, tidak lain dan tidak bukan, itulah orang2 yang telah mengikut cara anutan kaum Yahudi dan Nasrani di zaman Rasulullah itu. Jauhilah keinginan mereka itu sebab mereka tidak akan berpuas hati kalau kita tidak mengikut cara mereka.
Sifat2 orang beriman, mereka tidak kisah orang lain nak ikut caranya beramal atau tidak sebabnya yang penting bagi kita adalah amalan kita sendiri, bukannya amalan kita ditiru orang lain atau tidak.
Tetapi bagi orang2 musyrik, mereka tidak akan berpuas hati kalau orang lain tidak ikut seperti cara mereka beragama.
2:120. Dan tidaklah orang-orang Yahudi akan berpuas hati dengan kamu, dan tidak juga orang-orang Nasrani, sehingga kamu mengikuti anutan mereka. Katakanlah, "Petunjuk Allah ialah petunjuk yang benar." Jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan yang datang kepada kamu, maka kamu tidak akan ada, terhadap Allah, wali (pelindung) dan tiada juga penolong.
Orang2 Yahudi dan Nasrani dahulu mengatakan dengan menjadi seperti mereka sahajalah barulah dapat petunjuk. Seolah-olah mereka menyempitkan urusan pemberian petunjuk itu. Walhal Allah sudah lapangkan cara untuk mendapat petunjuk iaitu mendengar semua pandangan dan ikutilah yang paling baik, bukannya dengan ikut sesuatu puak atau golongan.
Jadi, jika ada orang2 sebegitu perangainya, tidak lain dan tidak bukan, itulah orang2 yang telah mengikut cara anutan kaum Yahudi dan Nasrani di zaman Rasulullah itu. Jauhilah keinginan mereka itu sebab mereka tidak akan berpuas hati kalau kita tidak mengikut cara mereka.
Sifat2 orang beriman, mereka tidak kisah orang lain nak ikut caranya beramal atau tidak sebabnya yang penting bagi kita adalah amalan kita sendiri, bukannya amalan kita ditiru orang lain atau tidak.
Tetapi bagi orang2 musyrik, mereka tidak akan berpuas hati kalau orang lain tidak ikut seperti cara mereka beragama.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Similar topics» Pertentangan Alquran dan Petunjuk Lainnya
» Search Engine Baru, Wolfram|Alpha
» Perihal Fasiq
» 60 perkara tentang JODOH
» kisah seekor belalang..
» Search Engine Baru, Wolfram|Alpha
» Perihal Fasiq
» 60 perkara tentang JODOH
» kisah seekor belalang..
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 1 of 1
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum