Log in
Similar topics
Who is online?
In total there are 3 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 3 Guests :: 1 BotNone
Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered usersThe newest registered user is Slogan
Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Top posters
| Admin (4097) | ||||
| mekganu (3628) | ||||
| Juang (3492) | ||||
| penditaputra (3027) | ||||
| tokkmudim (2844) | ||||
| Kalam (2631) | ||||
| myra_roses (2534) | ||||
| zafran0512 (2315) | ||||
| FeLiSeWoMaN (2310) | ||||
| tajuNM (2159) |
Dan Nama Allah Pun Dicerca
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 1 of 1 • Share •
Dan Nama Allah Pun Dicerca
Sebuah artikel dipetik mengenai tajuk di atas.
Dan Nama Allah pun Dicerca
oleh
Milis Allah-Semata
Seruan yang lazim digunakan oleh umat Islam di dalam shalat adalah “Allahu akbar”. Seruan “Allahu akbar” juga biasa digunakan ketika mengumandangkan panggilan shalat, sebagai teriakan penyemangat pada forum keislaman, bahkan juga menjadi bagian syair lagu ruhani.
Kata “akbar” terlanjur dimaknai sebagai “maha Besar”. Padahal kalau kita perhatikan pemakaian kata “akbar” di dalam al-Qur’an, ia menunjuk kepada sebuah perbandingan yang artinya “lebih besar”. Mari kita simak contoh pemakaian kata “akbar” di dalam tiga ayat berikut ini:
”... Kebencian telah nyata dari mulut mereka, dan apa yang dada mereka sembunyikan adalah lebih besar (akbar). Maka Kami menjelaskan kepada kamu ayat-ayat, jika kamu faham.” (Q.S. 3:118)
”Apabila dia melihat matahari terbit, dia berkata, ’Inilah Pemeliharaku; ini lebih besar! (akbar)’ Tetapi apabila ia terbenam, dia berkata, ’Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri apa yang kamu sekutukan.” (Q.S. 6:78)
”Sungguh, penciptaan langit dan bumi adalah lebih besar (akbar) daripada penciptaan manusia; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Q.S. 40:57)
Pada ayat yang pertama dibandingkan antara besarnya kebencian yang tersimpan di dada orang-orang tidak beriman dengan besarnya kebencian yang terlontar dari mulut mereka. Pada ayat yang ke dua dibandingkan antara besarnya matahari dengan besarnya bulan. Pada ayat yang ke tiga dibandingkan antara besarnya penciptaan langit dan bumi dengan besarnya penciptaan manusia.
Oleh karena itu arti sebenarnya dari ”Allahu akbar” adalah ”Allah lebih besar”.
Meskipun ada banyak kata ”akbar” di dalam al-Qur’an, tidak satupun diantaranya yang digunakan untuk menyebut nama Allah.
Nama yang Allah gunakan untuk mewakili sifat Kebesaran-Nya adalah ”al-Kabir”. Tiga ayat di bawah ini memperlihatkan penyebutan yang benar atas nama yang mewakili sifat Kebesaran Allah.
”Yang Tahu yang ghaib dan yang nampak, Yang Besar (kabir), Yang Tinggi.” (Q.S. 13:9)
”Itu adalah karena Allah, Dia Yang Benar, dan bahwa apa yang mereka seru, selain dari Dia, itulah yang palsu; dan sesungguhnya Allah, Dia Yang Tinggi, Yang Besar (kabir).” (Q.S. 22:62)
”Itu adalah karena, apabila dipanggil kepada Allah satu-satunya, kamu tidak percaya; tetapi jika yang lain disekutukan dengan-Nya, maka kamu percaya. Putusan adalah bagi Allah, Yang Tinggi, Yang Besar (kabir).” (Q.S. 40:12)
Meskipun berasal dari akar kata yang sama, kata ”akbar” jelas memiliki makna yang berbeda dengan kata ”kabir” sehingga pemakaiannya pun tidak bisa dipertukarkan satu sama lain.
Kata ”akbar” yang dilekatkan pada penyebutan Allah adalah sebentuk plesetan/olok-olok atas nama-Nya ”al-Kabir”. Allah memerintahkan kita untuk memanggil-Nya dengan asma ul-husna sebagaimana yang telah diajarkan-Nya di dalam al-Qur’an, dan meninggalkan orang-orang yang mencerca nama-Nya.
”Kepunyaan Allah nama-nama yang paling baik, maka berserulah kepada-Nya dengannya, dan tinggalkanlah orang-orang yang mencercai nama-nama-Nya. Mereka akan dibalas dengan apa yang mereka perbuat.” (Q.S. 7:180)
Ketika akan mengawali shalat, ikutilah petunjuk Allah yaitu dengan menyeru Allah (ya Allah/wahai Allah), atau ar-Rahmaan (ya Rahmaan/wahai yang Pemurah), atau asma-Nya yang lain semisal al-Kabir (ya Kabiir/wahai yang Besar).
"Serulah Allah, atau serulah Ar-Rahman, mana saja yang kamu seru, bagi-Nya nama-nama yang paling baik". (Q.S. 17:110)
Jangan sampai kita tergolong orang yang memperolok-olok nama Allah oleh sebab menjalankan agama tidak berdasarkan petunjuk al-Qur’an.
Na’udzubillah!
Dan Nama Allah pun Dicerca
oleh
Milis Allah-Semata
Seruan yang lazim digunakan oleh umat Islam di dalam shalat adalah “Allahu akbar”. Seruan “Allahu akbar” juga biasa digunakan ketika mengumandangkan panggilan shalat, sebagai teriakan penyemangat pada forum keislaman, bahkan juga menjadi bagian syair lagu ruhani.
Kata “akbar” terlanjur dimaknai sebagai “maha Besar”. Padahal kalau kita perhatikan pemakaian kata “akbar” di dalam al-Qur’an, ia menunjuk kepada sebuah perbandingan yang artinya “lebih besar”. Mari kita simak contoh pemakaian kata “akbar” di dalam tiga ayat berikut ini:
”... Kebencian telah nyata dari mulut mereka, dan apa yang dada mereka sembunyikan adalah lebih besar (akbar). Maka Kami menjelaskan kepada kamu ayat-ayat, jika kamu faham.” (Q.S. 3:118)
”Apabila dia melihat matahari terbit, dia berkata, ’Inilah Pemeliharaku; ini lebih besar! (akbar)’ Tetapi apabila ia terbenam, dia berkata, ’Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri apa yang kamu sekutukan.” (Q.S. 6:78)
”Sungguh, penciptaan langit dan bumi adalah lebih besar (akbar) daripada penciptaan manusia; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Q.S. 40:57)
Pada ayat yang pertama dibandingkan antara besarnya kebencian yang tersimpan di dada orang-orang tidak beriman dengan besarnya kebencian yang terlontar dari mulut mereka. Pada ayat yang ke dua dibandingkan antara besarnya matahari dengan besarnya bulan. Pada ayat yang ke tiga dibandingkan antara besarnya penciptaan langit dan bumi dengan besarnya penciptaan manusia.
Oleh karena itu arti sebenarnya dari ”Allahu akbar” adalah ”Allah lebih besar”.
Meskipun ada banyak kata ”akbar” di dalam al-Qur’an, tidak satupun diantaranya yang digunakan untuk menyebut nama Allah.
Nama yang Allah gunakan untuk mewakili sifat Kebesaran-Nya adalah ”al-Kabir”. Tiga ayat di bawah ini memperlihatkan penyebutan yang benar atas nama yang mewakili sifat Kebesaran Allah.
”Yang Tahu yang ghaib dan yang nampak, Yang Besar (kabir), Yang Tinggi.” (Q.S. 13:9)
”Itu adalah karena Allah, Dia Yang Benar, dan bahwa apa yang mereka seru, selain dari Dia, itulah yang palsu; dan sesungguhnya Allah, Dia Yang Tinggi, Yang Besar (kabir).” (Q.S. 22:62)
”Itu adalah karena, apabila dipanggil kepada Allah satu-satunya, kamu tidak percaya; tetapi jika yang lain disekutukan dengan-Nya, maka kamu percaya. Putusan adalah bagi Allah, Yang Tinggi, Yang Besar (kabir).” (Q.S. 40:12)
Meskipun berasal dari akar kata yang sama, kata ”akbar” jelas memiliki makna yang berbeda dengan kata ”kabir” sehingga pemakaiannya pun tidak bisa dipertukarkan satu sama lain.
Kata ”akbar” yang dilekatkan pada penyebutan Allah adalah sebentuk plesetan/olok-olok atas nama-Nya ”al-Kabir”. Allah memerintahkan kita untuk memanggil-Nya dengan asma ul-husna sebagaimana yang telah diajarkan-Nya di dalam al-Qur’an, dan meninggalkan orang-orang yang mencerca nama-Nya.
”Kepunyaan Allah nama-nama yang paling baik, maka berserulah kepada-Nya dengannya, dan tinggalkanlah orang-orang yang mencercai nama-nama-Nya. Mereka akan dibalas dengan apa yang mereka perbuat.” (Q.S. 7:180)
Ketika akan mengawali shalat, ikutilah petunjuk Allah yaitu dengan menyeru Allah (ya Allah/wahai Allah), atau ar-Rahmaan (ya Rahmaan/wahai yang Pemurah), atau asma-Nya yang lain semisal al-Kabir (ya Kabiir/wahai yang Besar).
"Serulah Allah, atau serulah Ar-Rahman, mana saja yang kamu seru, bagi-Nya nama-nama yang paling baik". (Q.S. 17:110)
Jangan sampai kita tergolong orang yang memperolok-olok nama Allah oleh sebab menjalankan agama tidak berdasarkan petunjuk al-Qur’an.
Na’udzubillah!

Admin- Canselor
- Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3394
Registration date: 2008-04-07
Re: Dan Nama Allah Pun Dicerca
Sebenarnya, tanpa menyebut "Allahuakhbar" pun ada manusia telah mencemar nama Allah.
Allah cipta mereka supaya hidup menggunakan akal dan bersatu-padu, tetapi mereka beragama menolak akal dan buat tak kisah sahaja umat mereka berpecah-belah. Malah mereka seronok untuk mempertahankan amalan yang suka berpecah-belah itu.
Mereka bermegah-megah kononnya cara solat mereka sahaja sah dan ikut cara Nabi, tetapi akhlak mereka jauh daripada Nabi kerana mereka tidak memahami Al Quran yang mereka sendiri akui bahawa Al Quran itu akhlak Nabi.
Gara-gara akhlak sudah tidak seperti Nabi, mereka menjadi kaum yang malas berfikir dan beragama main pakai turut sahaja laksana lembu dicucuk hidung. Perkara yang Allah tidak tetapkan dan tidak larang, mereka buat hukum baru guna riwayat hadis. Walhal Al Quran ada sebut supaya penjelasan Rasulullah (Al Quran ) itu difikirkan, kerana ketika Rasulullah sampaikan Al Quran, ia sudah dalam bentuk yang jelas dan terang (mudah untuk bezakan baik buruk sesuatu perkara).
Perasaan ego mereka bahawa puak mereka sahaja yang diberikan petunjuk dan puak lain tak betul, telah menggelapkan hati mereka untuk mendapat cahaya. Bila berbeza pendapat sikit, terus wujudkan puak dan berpecah-belah. Padahal, kalau berbeza pendapat pun, jika taknak ikut, itu atas urusan masing-masing, kenapa perlu berpecah-belah? Mereka tak tahu berfikiran waras dan matang ke?
Itulah punca-punca kenapa umat mereka sekarang ditimpa nasib malang di merata dunia. Tetapi mereka tak sedar-sedar diri biarpun diperlihatkan nasib malang kaum mereka sendiri. Ini kerana mereka nak tengok azab Allah depan mata barulah mereka nak sedar. Seperti perangai kaum kafir terdahulu yang beragama menurut amalan nenek moyang.

Allah cipta mereka supaya hidup menggunakan akal dan bersatu-padu, tetapi mereka beragama menolak akal dan buat tak kisah sahaja umat mereka berpecah-belah. Malah mereka seronok untuk mempertahankan amalan yang suka berpecah-belah itu.
Mereka bermegah-megah kononnya cara solat mereka sahaja sah dan ikut cara Nabi, tetapi akhlak mereka jauh daripada Nabi kerana mereka tidak memahami Al Quran yang mereka sendiri akui bahawa Al Quran itu akhlak Nabi.
Gara-gara akhlak sudah tidak seperti Nabi, mereka menjadi kaum yang malas berfikir dan beragama main pakai turut sahaja laksana lembu dicucuk hidung. Perkara yang Allah tidak tetapkan dan tidak larang, mereka buat hukum baru guna riwayat hadis. Walhal Al Quran ada sebut supaya penjelasan Rasulullah (Al Quran ) itu difikirkan, kerana ketika Rasulullah sampaikan Al Quran, ia sudah dalam bentuk yang jelas dan terang (mudah untuk bezakan baik buruk sesuatu perkara).
Perasaan ego mereka bahawa puak mereka sahaja yang diberikan petunjuk dan puak lain tak betul, telah menggelapkan hati mereka untuk mendapat cahaya. Bila berbeza pendapat sikit, terus wujudkan puak dan berpecah-belah. Padahal, kalau berbeza pendapat pun, jika taknak ikut, itu atas urusan masing-masing, kenapa perlu berpecah-belah? Mereka tak tahu berfikiran waras dan matang ke?
Itulah punca-punca kenapa umat mereka sekarang ditimpa nasib malang di merata dunia. Tetapi mereka tak sedar-sedar diri biarpun diperlihatkan nasib malang kaum mereka sendiri. Ini kerana mereka nak tengok azab Allah depan mata barulah mereka nak sedar. Seperti perangai kaum kafir terdahulu yang beragama menurut amalan nenek moyang.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26
Re: Dan Nama Allah Pun Dicerca
Jika ada sesiapa di sini yang ingin berkongsi pendapat sama ada kalimat "Allahu akbar" itu adalah lebih wajar daripada 'Al-Kabir", silalah berikan hujah-hujah anda di sini.
terima kasih.
terima kasih.

Admin- Canselor
- Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3394
Registration date: 2008-04-07
Similar topics» Maksud nama saya
» The refutation of Shia Accusations on Abu Bakr (may Allah be pleased with him)
» Penawar Racun dan Ketenangan Jiwa
» Mazhab
» Doa Orang Musyrik: "Allahumma" (Ya Allah,)
» The refutation of Shia Accusations on Abu Bakr (may Allah be pleased with him)
» Penawar Racun dan Ketenangan Jiwa
» Mazhab
» Doa Orang Musyrik: "Allahumma" (Ya Allah,)
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 1 of 1
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum