Log in

I forgot my password

Who is online?
In total there are 4 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 4 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered users
The newest registered user is Slogan

Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Poll

Negeri Asal Anda

5% 5% [ 4 ]
24% 24% [ 18 ]
22% 22% [ 16 ]
8% 8% [ 6 ]
8% 8% [ 6 ]
5% 5% [ 4 ]
7% 7% [ 5 ]
0% 0% [ 0 ]
7% 7% [ 5 ]
4% 4% [ 3 ]
0% 0% [ 0 ]
0% 0% [ 0 ]
3% 3% [ 2 ]
1% 1% [ 1 ]
5% 5% [ 4 ]

Total Votes : 74

Top posters
Admin (4097)
 
mekganu (3628)
 
Juang (3492)
 
penditaputra (3027)
 
tokkmudim (2844)
 
Kalam (2631)
 
myra_roses (2534)
 
zafran0512 (2315)
 
FeLiSeWoMaN (2310)
 
tajuNM (2159)
 


Hidup Seumpama Sebatang Lilin

View previous topic View next topic Go down

Hidup Seumpama Sebatang Lilin

Post by Juang on Sat Sep 12, 2009 11:04 am

Untuk mencapai kebahagian, hiduplah di dunia ini seumpama lilin. Sanggup berkorban diri untuk menerangi alam sekelilingnya.

Itulah yang dilakukan oleh para Rasul. Mereka menjadi orang yang memancarkan cahaya untuk membezakan apa itu baik dan apa itu buruk seperti mana cahaya lilin membezakan benang putih dan benang hitam. Mereka sanggup mengorbankan kepentingan duniawi agar menerangi kaumnya sendiri.

Namun bagi orang kafir yang sudah sedap hidup dalam keadaan gelap agar perbuatan-perbuatan jahatnya tidak diketahui (tersembunyi), sudah pasti mereka akan marah apabila ada cahaya yang membongkar kejahatan mereka selama ini. Mereka cuba memadam "lilin" itu agar keadaan sekeliling menjadi gelap kembali bagi memudahkan mereka membuat kejahatan.

Berapa banyak kisah kaum terdahulu yang mencantas "lilin-lilin" yang Allah nyalakan. Namun kejahatan mereka itu akhirnya kembali kepada diri mereka sendiri kerana kerosakan yang mereka lakukan datang kepada mereka balik. Bagaikan manusia yang berjalan dalam gelap, akhirnya terhantuk kepada dinding atau tersepak tunggul. Kesakitan itu dipulangkan kepada mereka sendiri terhadap apa yang mereka kerjakan.

Sebab itulah orang yang beriman, apabila Allah nyalakan sesuatu "lilin", mereka bukannya pergi tiup agar cahaya itu padam, tetapi mereka akan bantu-membantu agar menjadi lilin juga. Semakin banyak lilin, semakin teranglah alam sekeliling.

Apabila alam menjadi terang, apakah kesakitan terhantuk dinding atau tersadung kaki akan berlaku lagi? Begitulah, apabila masyarat sudah tahu menilai buruk-baik, apakah akan wujud kerosakan-kerosakan yang mengundang bala (azab yang tidak terperi sakitnya) daripada Allah?

Juang
Dekan

Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5307
Registration date: 2008-08-26

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum