Log in

I forgot my password

Who is online?
In total there are 8 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 8 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered users
The newest registered user is Slogan

Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Poll

Negeri Asal Anda

5% 5% [ 4 ]
24% 24% [ 18 ]
22% 22% [ 16 ]
8% 8% [ 6 ]
8% 8% [ 6 ]
5% 5% [ 4 ]
7% 7% [ 5 ]
0% 0% [ 0 ]
7% 7% [ 5 ]
4% 4% [ 3 ]
0% 0% [ 0 ]
0% 0% [ 0 ]
3% 3% [ 2 ]
1% 1% [ 1 ]
5% 5% [ 4 ]

Total Votes : 74

Top posters
Admin (4097)
 
mekganu (3628)
 
Juang (3492)
 
penditaputra (3027)
 
tokkmudim (2844)
 
Kalam (2631)
 
myra_roses (2534)
 
zafran0512 (2315)
 
FeLiSeWoMaN (2310)
 
tajuNM (2159)
 


Sindrom Lembu Betina

View previous topic View next topic Go down

Sindrom Lembu Betina

Post by Admin on Mon Aug 31, 2009 9:03 am

Sebuah artikel yang dipetik daripada bacaan.com untuk renungan bersama.

Sindrom lembu betina
oleh: rajamaca

Salam.

Selamat menjalankan ibadah berpuasa dan semuga tuan empunya laman serta sahabat sahabat di rahmati.Terkesan dari membaca ayat ayat Al Quran dalam surah lembu.Saya mendapat satu kesimpulan bahawa kebanyakan umat umat islam telah atau sedang mengalami sindrom lembu betina dalam menghayati suruhan atau perintah Tuhan.

2:67 Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor lembu betina". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".

2:68 Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, lembu betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa lembu betina itu adalah lembu betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu".

2:69 Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya". Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa lembu betina itu adalah lembu betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya."

2:70 Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat lembu betina itu, karena sesungguhnya lembu itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh lembu itu)."

2:71 Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa lembu betina itu adalah lembu betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata: "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat lembu betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.


HIKMAH dari kisah lembu betina:

Ketika Allah hanya menyuruh “menyembelih seekor lembu betina”, kenapa mereka tidak segera melaksanakannya?

-Bukankah tidak berdosa jika seandainya mereka menyembelih seekor lembu betina yang cacat ?
-Bukankah tidak berdosa jika seandainya mereka menyembelih seekor lembu betina yang umurnya sudah tua ?
-Bukankah tidak berdosa jika seandainya mereka menyembelih seekor lembu betina yang berwarna hitam ?
-Bukankah tidak berdosa jika seandainya mereka menyembelih seekor lembu betina yang biasa dipakai untuk membajak sawah ?

Singkat kata, dengan perintah “menyembelih seekor lembu betina”, bukankah akan lebih mudah mencarinya dan lebih banyak variasinya tanpa melanggar batasan perintah tersebut ?
Namun ternyata mereka tidak langsung melaksanakan perintah yang mudah tersebut. Mereka merasa bahwa perintah tersebut “belum jelas” dan “belum perincian” dan mereka bertanya meminta penjelasan yang lebih rinci.

Kemudian Allah memberikan rinciannya dengan menambahkan satu kriteria/ batasan, yaitu bahwa “lembu betina tersebut tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu”. Dengan demikian perintah Allah menjadi:
• menyembelih seekor lembu betina,
• lembu betina tersebut yang tua dan tidak muda; pertengahan antara itu.

Apakah mereka langsung melaksanakan perintah tersebut? Ternyata tidak juga. Padahal jika mereka langsung mencari lembu betina tersebut, mereka cukup bertanya perihal lembu tersebut dari sisi jenis kelamin dan umurnya.

Mereka merasa bahwa perintah tersebut masih juga “belum jelas” dan “belum rinci” dan mereka bertanya meminta penjelasan yang lebih perinci.
Kemudian Allah memberikan rincian yang lebih detail dengan menambahkan 2 kriteria/ batasan lagi, yaitu bahwa “lembu betina itu adalah lembu betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya”. Dengan demikian perintah Allah menjadi:
• menyembelih seekor lembu betina,
• lembu betina tersebut yang tua dan tidak muda; pertengahan antara itu.
• lembu betina tersebut berwarna kuning ketua-tuaan dan
• orang-orang senang memandang lembu tersebut

Perintah di atas menjadi semakin rinci dan banyak kriterianya/ batasannya sehingga menjadi semakin sulit mencarinya. Mereka tidak hanya dibatasi dari sisi jenis kelamin, tetapi dibatasi juga dari sisi umur, dari sisi warna dan yang dari sisi pendapat orang ketika memandang lembu tersebut. Kalau di daerah mereka kebanyakan lembu berwarna putih, tentu mereka harus keliling daerah yang lebih luas untuk mencari lembu betina yang berwarna kuning ketua-tuaan. Begitu mereka memperoleh lembu betina yang umurnya pertengahan dan warnanya kuning ketua-tuaan, mereka harus bertanya kepeda semua orang apakah lembu betina tersebut menyenangkan mereka ketika memandangnya. Begitu kebanyakan dari mereka tidak senang ketika memandangnya maka satu kriteria/ batasan tidak terpenuhi, dan mereka harus mencari lagi.

Ternyata perintah Allah yang sudah cukup rinci/ detail yang nampak menjadi semakin sulit tersebut tidak juga “cukup jelas” bagi mereka. Mereka meminta penjelasan yang lebih detail lagi.

Akhirnya Allah menambahkan 4 kriteria/ batasan lagi, yaitu bahwa lembu betina tersebut belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya”, sehingga kriteria/ batasan perihal lembu betina tersebut adalah:
• lembu berjenis kelamin betina,
• lembu betina tersebut yang tua dan tidak muda; pertengahan antara itu.
• lembu betina tersebut berwarna kuning ketua-tuaan dan
• orang-orang senang memandang lembu tersebut
• lembu betina tsb. belum pernah dipakai untuk membajak tanah
• lembu betina tsb. tidak pula dipakai untuk mengairi tanaman,
• lembu betina tsb. tidak ada cacatnya
• lembu betina tsb. tidak ada belangnya

Nah ternyata perintah dengan tingkat kesulitan seperti di ataslah yang dianggap “jelas dan rinci” oleh umat Nabi Musa. Dengan perintah yang terlalu rinci tersebut akhirnya mereka hampir tidak mampu melaksanakannya.

Menganggap bahwa wahyu Allah belum jelas dan belum rinci/ detail dan menginginkan di dalam hati atau secara terang-terangan agar wahyu Allah lebih detail/ rinci, sikap seperti itulah yang sering saya sebut sebagai “SINDROM SAPI BETINA”.
Apakah kita mengalaminya ?

Admin
Canselor

Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3393
Registration date: 2008-04-07

Back to top Go down

Re: Sindrom Lembu Betina

Post by Juang on Tue Sep 01, 2009 8:10 am

Islam melapangkan agama. Bila dah bercampur unsur-unsur yang menyempitkan agama, itu bukan ajaran Islam lagi lah. Sebab itulah bila kita kembali kepada Al Quran, kita dapat rasakan perbezaan dalam beragama. Betapa lapang dan mudahnya ajaran Islam yang sebenar-benarnya.

Mana yang lebih baik, agama yang lapang atau agama yang sempit?

Smile

Juang
Dekan

Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5306
Registration date: 2008-08-26

Back to top Go down

Re: Sindrom Lembu Betina

Post by Adli on Thu Sep 03, 2009 3:33 am

Kita boleh lihat Sindrom Lembu Betina (SLB) ini pada kebanyakan orang Islam sekarang dalam mereka melaksanakan suruhan solat. Mengikut Al Quran, tujuan suruhan solat adalah untuk mencegah kesumbangan dan mungkar.

29:45. Bacalah apa yang diwahyukan kepada kamu daripada al-Kitab, dan lakukanlah solat; solat melarang kesumbangan dan mungkar. Mengingat Allah adalah lebih besar; dan Allah mengetahui apa yang kamu mengerjakan.

31:17. Wahai anakku, lakukanlah solat, dan suruhlah yang baik, dan laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa sahaja yang menimpa kamu; sesungguhnya itu adalah urusan yang patut ditekadkan.


Terlalu umum dan mudah erti solat yang Al Quran gariskan iaitu perbuatan yang boleh mencegah kesumbangan dan mungkar. Bukan setakat cegah kesumbangan dan mungkar yang dilihat pada orang lain (sebab manusia suka melihat orang lain lebih buruk daripadanya), tetapi yang lebih utama cegah kesumbangan dan mungkar yang ada dalam jiwa masing-masing sebab tuan punya diri itu sahaja yang tahu apa yang tersembunyi dalam dadanya.

Contoh kesumbangan dan kemungkaran dalam diri adalah seperti penyakit bangga diri, iri hati, dengki, dendam kesumat, khianat dan macam-macam penyakit hati lagi yang seterusnya melemahkan sesebuah masyarat dan sering berpecah-belah.

Namun suruhan Allah yang semudah itu tidak cukup rinci bagi sesetengah orang Islam. Mereka buat dakwaan kena guna riwayat hadis untuk rincikan cara bersolat. Walhal di sisi Allah, asalkan solat mereka lakukan itu berjaya mencapai matlamat untuk mencegah kemungkaran serta menjadi seorang yang sabar, maka manusia itu sudah dianggap bersolat.

Macam nak pergi sesuatu destinasi, tidak kisahlah nak naik kereta atau bas atau LRT atau apa jua cara, asalkan sampai ke destinasi itu, maka sampailah kepada tujuan perjalanan itu. Begitulah perumpamaan melaksanakan sesuatu perintah Allah yang tidak Allah rincikan caranya dalam Al Quran.

Sesuatu yang Allah tidak rincikan caranya, itu menunjukkan Allah beri kebebasan manusia mencari cara yang sesuai mengikut fitrah dirinya. Macam tumbuh-tumbuhan. Untuk mendapatkan cahaya matahari, ada tumbuhan itu boleh berdiri dengan keupayaannya sendiri sebab mempunyai batang yang kuat. Ada tumbuhan perlu menjalar atau menumpang pada objek lain untuk mendapatkan cahaya. Yang pentingnya, matlamat suruhan Allah agar pokok-pokok itu kena dapatkan cahaya untuk terus hidup dipenuhi.

Namun ramai manusia tidak memikirkan bila mereka beragama. Mereka main pakai buat sahaja apa yang disuapkan oleh ajaran nenek moyang mereka membuta-tuli tanpa tahu arah tujuan. Mereka main sondol sahaja dalam beragama.

Kalau kita fikirkan, dalam banyak-banyak suruhan Allah yang disebut dalam Al Quran, suruhan solat-lah yang disertakan dengan ancaman kecelakaan. Kenapa puasa, zakat atau haji tidak diancam dengan kecelakaan? Ini kerana pada solat itulah selalu menyebabkan sesuatu kaum berbangga diri kononnya mereka telah bersolat kerana membuat satu perincian gerakan menyembah yang mereka kata itulah solat.

Dengan gerakan tersebut, mereka berbangga diri kononnya kaum mereka sahaja Islam dan kaum lain yang tidak buat gerakan menyembah seperti mereka dianggap kafir. Mereka tidak fikirkan sejauh mana gerakan tersebut mampu mencapai matlamat untuk mencegah kemungkaran dan mendidik kesabaran.

107:4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang menyembah (bersolat),

107:5. Orang-orang yang, pada solat mereka, mereka lalai,

107:6. Orang-orang yang menunjuk-nunjukkan,

107:7. Dan mereka enggan memberi bantuan.


Dalam Al Quran ada menggariskan solat atau perbuat menyembah macam mana yang dikatakan mendapat kecelakaan daripada Allah. Mereka adalah orang yang lalai iaitu orang yang tidak tahu apa erti solat yang sebenar ke arah matlamat mencegah kemungkaran. Mereka buat satu gerakan yang dipanggil solat tetapi dalam masa yang sama mereka tiada rasa takut untuk mengumpat, bersangka buruk dan berbangga diri dengan keturunannya yang kononnya Islam dan bangsa lain semuanya kafir.

Selain itu yang mendapat kecelakaan adalah mereka yang menyembah dan menunjuk-nunjuk kononnya mereka sahaja bersolat dan orang yang tidak buat gerakan macam mereka buat itu tidak bersolat. Walhal di sisi Allah, bukan pada gerakan itu yang ditetapkan tetapi pada matlamat bersolat itu yang Dia lihat. Capai matlamat, tidak kira cara apa sekali pun, maka bersolatlah manusia itu.

Kemudian manusia yang bersolat tetapi mereka tidak memberi bantuan berguna kepada masyarakatnya. Mereka lihat masyarakat mereka lemah dan berpecah-belah, tetapi bukannya mereka nak tolong menyatukan, malah mereka tambah perpecahan itu dengan menyebarkan cerita-cerita buruk untuk mewujudkan suasana perbalahan. Mereka suka tengok manusia berpecah-belah.

Itulah jawapan kenapa Al Quran tidak rincikan cara bersolat sebab jalan nak mencapai matlamat solat itu luas sesuai dengan turunnya Islam untuk melapangkan agama bukannya menyempitkan agama. Kerana melapangkan agama itulah Islam dahulunya dilihat indah dan menarik perhatian.

Bila kita tengok SLB ini dalam umat Islam sekarang, semakin kita nampak jawapan kenapa Allah celakakan umat Islam sekarang sehingga jadi umat yang lemah dan berpecah-belah. Harapkan ramai, dengan Israel yang kecil itulah mereka tidak mampu kalahkan. Sudahlah lemah sebegitu sekali, masih nak berbangga diri pula tu.

Begitulah balasan Allah terhadap kaum yang berbangga keturunannya sahaja Islam dan bangsa lain mereka anggap kafir... Smile

Adli
Profesor Madya

Number of posts: 1848
State:
Reputation: 4
Credits: 3094
Registration date: 2008-04-14

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum