Log in
Similar topics
Who is online?
In total there are 6 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 6 Guests :: 1 BotNone
Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered usersThe newest registered user is Slogan
Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Top posters
| Admin (4097) | ||||
| mekganu (3628) | ||||
| Juang (3492) | ||||
| penditaputra (3027) | ||||
| tokkmudim (2844) | ||||
| Kalam (2631) | ||||
| myra_roses (2534) | ||||
| zafran0512 (2315) | ||||
| FeLiSeWoMaN (2310) | ||||
| tajuNM (2159) |
Mereka Gembira Melihat Orang Lain Terseksa
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 1 of 1 • Share •
Mereka Gembira Melihat Orang Lain Terseksa
Apabila Allah perlihatkan nasib-nasib sesuatu kaum yang derita akibat peperangan sesama sendiri dan ada yang derita dilanda bencana tsunami, di satu sudut lain ada manusia bergembira melihat kesusahan kaum lain itu walaupun mereka sesama mengaku Islam.
Dikala Israel membunuh dan menyembelih kaum seagama mereka di sana, mereka marah dengan mengutuk Israel, namun setelah Israel hentikan serangan, mereka mula mengutuk pemimpin sendiri untuk hidup berpecah-belah.
Itulah kaum yang lalai memikirkan musibah-musibah yang ditimpakan kepada kaum lain kerana mereka beranggapan yang mereka tidak akan ditimpa nasib sebegitu. Nenek moyang orang Arab di Palestin itu dahulu pun tidak menyangka pada suatu hari nanti Israel akan menguasai mereka sehingga ditimpakan nasib lemah sebegitu rupa.
Jadi apakah kita patut rasa gembira dan aman setelah melihat tanda-tanda Kekuasaan Allah menjalankan hukumNya. Hukum alam bukan mengenal akuan agama seseorang manusia. Semua manusia boleh mengatakan mereka benar, dan tiada siapa manusia nak mengaku mereka itu kafir, biarpun terang-terang perangai mereka seperti kaum kafir terdahulu yang disebut dalam Al Quran.
Ciri-ciri kaum kafir adalah, apabila dinasihati dengan sesuatu yang benar dan diperingatkan dengan azab Allah yang pedih itu, mereka marah dan mengejek-ejek sebab nasihat itu tidak sama seperti ajaran nenek moyang mereka. Padahal mereka diajak tunduk kepada Allah, iaitu pemilik hukum alam dan alam semesta ini.
Namun apalah daya kita sebagai manusia. Kita hanya mampu menyampaikan kebenaran dan kesabaran sesuai dengan surah Al Ashr yang menjanjikan keuntungan kepada orang yang beramal soleh lalui menyampaikan kebenaran dan kesabaran yang Allah ilhamkan.
Namun, jika mereka ingin terus menerus hidup bergembira di atas penderitaan kaum lain, berbuatlah semahu-mahu mereka. Kerana berapa banyak kaum yang lalai telah Allah musnahkan dengan azabNya. Semoga mereka memikirkan.
7:97. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
7:98. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
7:99. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
Ingatlah, kedatangan azab Allah itu tidak diduga-duga. Maka bergembiralah melihat penderitaan orang lain dan lalai nak memikirkan bagaimana nak memperbetulkan keadaan, sementara masih ada waktu ini.
Jika di tempat lain Allah boleh mengambil ayah, ibu, abang, kakak atau adik mereka akibat peperangan atau kedatangan azab, sebegitulah Allah boleh lakukan kepada manusia yang lain jika mereka terus hidup dalam keadaan lalai dan menyekutukan Allah.
Siapa kita manusia nak tahan dari azab Allah jika pada perkiraanNya, sesuatu kaum itu memang layak diazab setelah lalai?
Langit hampir pecah, bumi hampir terbelah dan gunung hampir runtuh bila ada sesuatu kaum mengatakan Allah mempunyai anak, iaitu mereka beranggapan ada manusia boleh membuat ketetapan tanpa selari dengan hukum Allah (tidak selari dengan Kehendak Allah).
12:107. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?
16:45. maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari,
17:68. Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,
17:69. atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taupan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami.
67:16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
67:17. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dikala Israel membunuh dan menyembelih kaum seagama mereka di sana, mereka marah dengan mengutuk Israel, namun setelah Israel hentikan serangan, mereka mula mengutuk pemimpin sendiri untuk hidup berpecah-belah.
Itulah kaum yang lalai memikirkan musibah-musibah yang ditimpakan kepada kaum lain kerana mereka beranggapan yang mereka tidak akan ditimpa nasib sebegitu. Nenek moyang orang Arab di Palestin itu dahulu pun tidak menyangka pada suatu hari nanti Israel akan menguasai mereka sehingga ditimpakan nasib lemah sebegitu rupa.
Jadi apakah kita patut rasa gembira dan aman setelah melihat tanda-tanda Kekuasaan Allah menjalankan hukumNya. Hukum alam bukan mengenal akuan agama seseorang manusia. Semua manusia boleh mengatakan mereka benar, dan tiada siapa manusia nak mengaku mereka itu kafir, biarpun terang-terang perangai mereka seperti kaum kafir terdahulu yang disebut dalam Al Quran.
Ciri-ciri kaum kafir adalah, apabila dinasihati dengan sesuatu yang benar dan diperingatkan dengan azab Allah yang pedih itu, mereka marah dan mengejek-ejek sebab nasihat itu tidak sama seperti ajaran nenek moyang mereka. Padahal mereka diajak tunduk kepada Allah, iaitu pemilik hukum alam dan alam semesta ini.
Namun apalah daya kita sebagai manusia. Kita hanya mampu menyampaikan kebenaran dan kesabaran sesuai dengan surah Al Ashr yang menjanjikan keuntungan kepada orang yang beramal soleh lalui menyampaikan kebenaran dan kesabaran yang Allah ilhamkan.
Namun, jika mereka ingin terus menerus hidup bergembira di atas penderitaan kaum lain, berbuatlah semahu-mahu mereka. Kerana berapa banyak kaum yang lalai telah Allah musnahkan dengan azabNya. Semoga mereka memikirkan.
7:97. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
7:98. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
7:99. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
Ingatlah, kedatangan azab Allah itu tidak diduga-duga. Maka bergembiralah melihat penderitaan orang lain dan lalai nak memikirkan bagaimana nak memperbetulkan keadaan, sementara masih ada waktu ini.
Jika di tempat lain Allah boleh mengambil ayah, ibu, abang, kakak atau adik mereka akibat peperangan atau kedatangan azab, sebegitulah Allah boleh lakukan kepada manusia yang lain jika mereka terus hidup dalam keadaan lalai dan menyekutukan Allah.
Siapa kita manusia nak tahan dari azab Allah jika pada perkiraanNya, sesuatu kaum itu memang layak diazab setelah lalai?
Langit hampir pecah, bumi hampir terbelah dan gunung hampir runtuh bila ada sesuatu kaum mengatakan Allah mempunyai anak, iaitu mereka beranggapan ada manusia boleh membuat ketetapan tanpa selari dengan hukum Allah (tidak selari dengan Kehendak Allah).
12:107. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?
16:45. maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari,
17:68. Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,
17:69. atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taupan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami.
67:16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
67:17. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5306
Registration date: 2008-08-26
Re: Mereka Gembira Melihat Orang Lain Terseksa
cut & paste give no meaning to me even cutting & pasting will make a thousand of books but useless claim by si akai akalan kontot



semut api- Doktor Falsafah
- Number of posts: 1482
Reputation: 3
Credits: 2619
Registration date: 2009-04-26
Re: Mereka Gembira Melihat Orang Lain Terseksa
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


Juang- Dekan
- Number of posts: 3492
State:
Reputation: 6
Credits: 5306
Registration date: 2008-08-26
Re: Mereka Gembira Melihat Orang Lain Terseksa
Mata yang dibukakan melihat kepincangan sesuatu masyarakat akan diberikan pilihan sama ada sanggup memikul amanah menyedarkan masyarakat, atau membiarkan keadaan masyarakat begitu atas alasan, kesengsaraan itu hanya kena pada orang lain, bukan pada diri sendiri.
Bagi yang memilih untuk membiarkan keadaan pincang itu, mereka tidak memikirkan perasaan anak-anak yatim yang kehilangan ibubapa akibat peperangan. Mereka tidak memikirkan perasaan ibubapa yang kehilangan anak-anak akibat peperangan. Sebab mereka hidup dalam kesenangan dan kegembiraan dan beranggapan apa yang ditimpa pada orang lain itu tidak akan kena pada diri mereka. Mereka tidak rasa kehilangan orang tersayang, sebab kemewahan hidup melalaikan mereka.
Biarpun terang-terang Allah tunjukkan nasib malang umat mereka, tetapi bagi mereka, "biarlah, asalkan jangan kena kat aku". Tidak ada sekelumit perasaan pun untuk mencari punca umat mereka hidup dalam kelemahan dan dizalimi. Sesungguhnya Allah tidak menzalimi sesuatu kaum melainkan dari apa yang mereka kerjakan.
Mereka marah bila ajaran nenek moyang mereka disentuh. Sebab mereka tidak memikirkan perasaan anak-anak yatim yang menderita dalam peperangan itu yang kehilangan ibubapa.Bagi mereka, biarlah kisah derita umat Islam di merata dunia berterusan, tetapi jangan sekali-kali sentuh ajaran ahli-ahli kitab mereka.
Teruskanlah hidup bergembira atas kesengsaraan orang lain. Semoga mereka "berbahagia" di akhirat kelak.
Bagi yang memilih untuk membiarkan keadaan pincang itu, mereka tidak memikirkan perasaan anak-anak yatim yang kehilangan ibubapa akibat peperangan. Mereka tidak memikirkan perasaan ibubapa yang kehilangan anak-anak akibat peperangan. Sebab mereka hidup dalam kesenangan dan kegembiraan dan beranggapan apa yang ditimpa pada orang lain itu tidak akan kena pada diri mereka. Mereka tidak rasa kehilangan orang tersayang, sebab kemewahan hidup melalaikan mereka.
Biarpun terang-terang Allah tunjukkan nasib malang umat mereka, tetapi bagi mereka, "biarlah, asalkan jangan kena kat aku". Tidak ada sekelumit perasaan pun untuk mencari punca umat mereka hidup dalam kelemahan dan dizalimi. Sesungguhnya Allah tidak menzalimi sesuatu kaum melainkan dari apa yang mereka kerjakan.
Mereka marah bila ajaran nenek moyang mereka disentuh. Sebab mereka tidak memikirkan perasaan anak-anak yatim yang menderita dalam peperangan itu yang kehilangan ibubapa.Bagi mereka, biarlah kisah derita umat Islam di merata dunia berterusan, tetapi jangan sekali-kali sentuh ajaran ahli-ahli kitab mereka.
Teruskanlah hidup bergembira atas kesengsaraan orang lain. Semoga mereka "berbahagia" di akhirat kelak.

Adli- Profesor Madya
- Number of posts: 1848
State:
Reputation: 4
Credits: 3094
Registration date: 2008-04-14
Re: Mereka Gembira Melihat Orang Lain Terseksa
.Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
semut lebih mengetahuai

slipar- Pensyarah
- Number of posts: 733
Reputation: -1
Credits: 1865
Registration date: 2009-04-18
Re: Mereka Gembira Melihat Orang Lain Terseksa
Rasa malu pada Allah, bila nampak nasib umat sendiri di merata tempat dalam keadaan lemah dan tertindas, tetapi kita hidup senang-senang tanpa memikirkan jalan keluar terhadap kezaliman diri sendiri.
Allah tidak mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu yang kena mengubahnya sendiri. Alangkah hinanya sesuatu kaum itu bila diajak berubah kepada nasib yang lebih baik, mereka masuk degil untuk mempertahankan amalan nenek moyang mereka yang jelas menjadi punca mereka terus berada dalam nasib yang hina itu.
Bukan Allah sengaja meletakkan sesuatu kaum dalam kehinaan sebegitu, melainkan atas perbuatan dan kezaliman diri mereka sendiri. Bila Allah datangkan pemberi peringatan, mereka membantah dan berpaling lari bagaikan keldai takutkan singa.
Allah tidak mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu yang kena mengubahnya sendiri. Alangkah hinanya sesuatu kaum itu bila diajak berubah kepada nasib yang lebih baik, mereka masuk degil untuk mempertahankan amalan nenek moyang mereka yang jelas menjadi punca mereka terus berada dalam nasib yang hina itu.
Bukan Allah sengaja meletakkan sesuatu kaum dalam kehinaan sebegitu, melainkan atas perbuatan dan kezaliman diri mereka sendiri. Bila Allah datangkan pemberi peringatan, mereka membantah dan berpaling lari bagaikan keldai takutkan singa.

Adli- Profesor Madya
- Number of posts: 1848
State:
Reputation: 4
Credits: 3094
Registration date: 2008-04-14
Similar topics» Mereka Gembira Melihat Orang Lain Terseksa
» Kau tetap aku punya dan takkan bersama orang lain sampai bila-bila!!!!
» Inspirasional Mario Teguh
» Perbaiki ummat Dari Dalam Diri Kita Sendiri
» sekadar renungan.. kisah2 sang aku
» Kau tetap aku punya dan takkan bersama orang lain sampai bila-bila!!!!
» Inspirasional Mario Teguh
» Perbaiki ummat Dari Dalam Diri Kita Sendiri
» sekadar renungan.. kisah2 sang aku
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 1 of 1
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum