Log in
Similar topics
Who is online?
In total there are 5 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 5 Guests :: 1 BotNone
Most users ever online was 123 on Mon Jun 30, 2008 10:03 pm
Statistics
We have 935 registered usersThe newest registered user is Slogan
Our users have posted a total of 57751 messages in 1698 subjects
Top posters
| Admin (4097) | ||||
| mekganu (3628) | ||||
| Juang (3492) | ||||
| penditaputra (3027) | ||||
| tokkmudim (2844) | ||||
| Kalam (2631) | ||||
| myra_roses (2534) | ||||
| zafran0512 (2315) | ||||
| FeLiSeWoMaN (2310) | ||||
| tajuNM (2159) |
Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 7 of 7 • Share •
Page 7 of 7 •
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
Bagi bukti.

abu_muaz- Pensyarah
- Number of posts: 551
Reputation: 0
Credits: 2081
Registration date: 2008-04-19
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
Adli wrote:Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (Ali 'Imran: 132)
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (An Nisaa': 13)
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At Taubah: 71)
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan. (An Nuur: 52)
Dan barang siapa diantara kamu sekalian tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia. (Al Ahzab: 30)
Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Hujuraat: 14)
Jika kita renungi kata "taat kepada Rasul" yang disebut dalam Quran, pasti digandingkan dahulu dengan "taat kepada Allah". Dengan kata lain, tidaklah seseorang manusia itu dikatakan taat kepada Rasul jika tidak taat kepada Allah.
Ketaatan pada Allah adalah taat pada hukum-hukum yang Allah telah tetapkan pada alam semesta ini. Umpamanya, jika malas berfikir, manusia pasti jadi rendah akalnya. Jadi untuk taat kepada Allah, kenalah rajin berfikir agar jadi manusia yang berakal. Secara logiknya, takkanlah Allah jadikan manusia agar tidak berakal?
Dan bila digandingan "Allah dan Rasul", ini menunjukkan apa yang didakwa datang dari kata-kata seseorang Rasul, pastilah ada ketetapan Allah di dalamnya. Dengan kata lain, ada bukti-bukti yang nyata berupa hukum alam yang Allah tetapkan. Sebab itulah Quran gandingkan kata "Allah dan Rasul" supaya manusia tidak mudah-mudah buat sesuatu ketetapan atas nama seseorang Rasul, sedangkan tidak dibawakan apa bukti-bukti yang berupa hukum alam untuk menyokong ketetapan mereka ada-adakan itu.
Sebab itu golongan menyekutukan Allah dengan jadikan seseorang Nabi sebagai pembuat ketetapan, pasti mereka gagal membawa bukti-bukti yang nyata untuk menyokong ketetapan yang diada-adakan atas nama seseorang Nabi.
Nabi Muhammad sudah tinggal kita Quran yang di dalamnya ada kunci untuk membezakan kata-kata seseorang Rasul (yang ada ketetapan Allah sebagai bukti) dengan kata-kata yang diada-adakan atas nama seseorang Rasul (yang tiada ketetapan Allah sebagai bukti). Jadi, terpulanglah sama ada kita nak jadi seorang yang beriman iaitu taat kepada Allah dan Rasul, atau jadi golongan menyekutukan Allah atas alasan taat kepada Rasul (mentaati kata-kata yang diada-adakan atas nama seseorang Rasul). Peringatan sudah disampaikan untuk berlepas diri di akhirat kelak.
Puji-pujian bagi Allah yang menjelaskan kebenaranNya...
Dahulu ada dibincangkan akan bentuk atau pola ayat Al-Qur'an dalam posting perbincangan tentang Syafaat. Tentang bagaimana ALLAH menyebut dan menggunapakai perkataan 'Muhammad' , 'Nabi' , Rasulullah dll. Lain maksud dan tujuan, maka lain penggunaannya walaupun kesemuanya itu merujuk kepada Nabi Muhammad s.a.w.
Maka kali ini, dalam hal ini juga kedapatan perkara yang sama. Bila kita lihat akan posting Adli, ayat ayat terpilih yang diletakkan oleh beliau adalah ayat yang mana digandingkan taat kepada ALLAH dan Rasul. Mari kita lihat ayat ayat lain pula. Perlu diingat, wahyu ALLAH itu tidak mungkin bercanggah antara satu dgn yang lain dan saya rasa ini titik pertemuan antara golongan Anti Hadith dan kita. Hanya perlu ditelusuri adakah ketetapan ini diakui dgn mulut, hati dan diterjemahkan dgn kata kata. Mari kita bincangkan insyaALLAH..
Sebenarnya dalam AL-Qur'an, terdapat dua bentuk susunan ayat yang memerintahkan ketaatan kepada Rasulullah s.a.w. Bentuk pertama adalah ayat-ayat yang memerintahkan ketaatan kepada Allah Subhanahu waTa’ala dan Rasulullah s.a.w. dengan perkataan “taat” hanya disebut sekali diawal perintah. Iaitulah terjemahan ayat ayat yang dibawakan oleh Adli di atas (biru)...saya letakkan ayat al-qur'an yang asal untuk tuan puan perhatikan insyaALLAH..:
Adli wrote:Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (Ali 'Imran: 132)
Firmanullah:
وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّڪُمۡ تُرۡحَمُونَ
١٣٢:آل عِمرَان
١٣٢:آل عِمرَان
Terjemahannya:
Dan taatlah kamu kepada Allah dan rasulNya, supaya kamu diberi rahmat.
[color=blue](Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (An Nisaa': 13)
[size=21]
تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ يُدۡخِلۡهُجَنَّـٰتٍ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَاۚ وَذَٲلِكَٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ
Terjemahannya:
Segala hukum yang tersebut adalah batas-batas (Syariat) Allah dan sesiapa yang taat kepada Allah dan rasulNya, akan dimasukkan oleh Allah ke dalam Syurga yang mengalir dari bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya dan itulah kejayaan yang amat besar.
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At Taubah: 71)
وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍ۬ۚ يَأۡمُرُونَبِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَوَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥۤۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَسَيَرۡحَمُهُمُ ٱللَّهُۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ۬
Terjemahannya:Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan rasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan. (An Nuur: 52)
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ وَيَخۡشَ ٱللَّهَ وَيَتَّقۡهِ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَهُمُ ٱلۡفَآٮِٕزُونَ
Terjemahannya:
Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan rasulNya dan takut melanggar perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah, maka merekalah orang-orang yang beroleh kemenangan.
[color=blue]Dan barang siapa diantara kamu sekalian tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia. (Al Ahzab: 30)
وَمَن يَقۡنُتۡ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعۡمَلۡ صَـٰلِحً۬انُّؤۡتِهَآ أَجۡرَهَا مَرَّتَيۡنِ وَأَعۡتَدۡنَا لَهَا رِزۡقً۬ا ڪَرِيمً۬ا
Terjemahannya:
Dan sesiapa di antara kamu semua tetap taat kepada Allah dan rasulNya serta mengerjakan amal yang soleh, Kami akan beri kepadanya pahala amalnya itu dua kali ganda dan Kami sediakan baginya limpah kurnia yang mulia.
AYAT yang dimaksudkan ADLI ialah Surah Al-Ahzab ayat 31 dan bukannya ayat 30. Adakah buku Bacaan Adli sudah mengubah ayat ALLAH sekali lagi atau Adli tersilap? Tuan puan nilaikan sendiri.
Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Hujuraat: 14)
قَالَتِ ٱلۡأَعۡرَابُ ءَامَنَّاۖ قُل لَّمۡ تُؤۡمِنُواْ وَلَـٰكِن قُولُوٓاْأَسۡلَمۡنَا وَلَمَّا يَدۡخُلِ ٱلۡإِيمَـٰنُ فِى قُلُوبِكُمۡۖ وَإِن تُطِيعُواْٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ لَا يَلِتۡكُم مِّنۡ أَعۡمَـٰلِكُمۡ شَيۡـًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَغَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ
Terjemahannya:
Orang-orang " A'raab" berkata: Kami telah beriman. Katakanlah (wahai Muhammad): Kamu belum beriman, (janganlah berkata demikian), tetapi sementara iman belum lagi meresap masuk ke dalam hati kamu berkatalah sahaja: Kami telah Islam dan (ingatlah), jika kamu taat kepada Allah rasulNya (zahir dan batin), Allah tidak akan mengurangkan sedikitpun dari pahala amal-amal kamu, kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Bersambung insyaALLAH..
Last edited by abu_muaz on Tue Jun 02, 2009 12:53 pm; edited 4 times in total

abu_muaz- Pensyarah
- Number of posts: 551
Reputation: 0
Credits: 2081
Registration date: 2008-04-19
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
Sesiapa pun boleh silap sebab manusia itu ada kelemahannya. Lainlah kalau ada orang yang memang nyata dia silap tapi masih menegakkan benang yang basah.
Rasanya kesilapan Adli itu adalah perkara yang kecil dan boleh diperbetulkan. Lihatlah bagaimana caranya Allah menjaga Al-Quran.
Rasanya kesilapan Adli itu adalah perkara yang kecil dan boleh diperbetulkan. Lihatlah bagaimana caranya Allah menjaga Al-Quran.

Admin- Canselor
- Number of posts: 4097
State:
Reputation: 8
Credits: 3392
Registration date: 2008-04-07
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
Bersambung... (agak sukar ejas tag dan tak dapat nak priview, maka terpaksa edit bayka kali posting pertama..ada bug barangkali )
Sebenarnya ada lagi ayat ayat lain lagi yang berbentuk seperti itu contohnya ‘Ali Imran:32, al-Anfal :46, al-Ahzaab:71, Kesemua ayat ayat tersebut adalah dalam bentuk atau ragam yang sama, 'Taat ALLAH dan Rasul.'
Maka sekarang kita lihat ayat ayat lain yang memerintahkan supaya Taat kepada Rasul tapi dalam bentuk atau ragam yang berbeza insyaALLAH. Bentuk yang kedua ini bila diperhatikan dan dikaji oleh para 'alim ulama' ianya bermaksud ayat perintah yang memerintahkan ketaatan kepada Allah SW.T. dan Rasulullah s.a.w. dengan perkataan “taat” hanya disebut dua kali bagi setiap perintah.
Firmanullah:
Terjemahan:
Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada “Ulil-Amri” (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. (An-Nisaa’ :59)
Terjemahannya:
Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasulullah; maka kalau kamu berpaling, sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata. (AT-Taghabun:12)
Terjemahannya:
Dan [b]taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasul Allah, dan awaslah (janganlah sampai menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya). (al-Maidah 5:92)
Dua ragam atau bentuk susunan ayat yang berbeza ini bukanlah sesuatu yang sia sia di dalam al-Qur’an, ianya adalah tanda kemukjizatan dan kekayaaan gaya bahasanya (Arab).
Ragam dan bentuk susunan yg diketengahkan oleh Adli hanya menyebut perintah “taat” sekali, iaitu Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Secara umumnya tafsirannya bererti ianya mewakili ketaatan kepada ajaran, perintah, larangan dan hukum di dalam al-Qur’an dan al-Hadis yang ada persamaan di antara kedua-duanya. Justeru kerana adanya persamaan tersebut, adalah memadai perintah taat disebut sekali sahaja diawalnya. Begitulah bentuk olahan bahasa mengikut BAHASA ARAB. Ianya saling berkait dan tidak menggunakan basa basi yang meleret leret. Perkara ini sukar difahami oleh mereka yang membaca terjemahan Al-Qur'an dan tidak memahami lughatul Qur'an itu sendiri.
Sepertinya mana contohnya perintah wajib berwudhu di dalam solat, ia diwajibkan oleh al-Qur’an dan juga oleh al-Hadis.
Maka perkara seperti ini, ragam dan bentuksusunan kedua pula mengulangi kata “taat” bagi setiap perintah, iaitu Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, bererti ia merangkumi ketaatan kepada ajaran, perintah, larangan dan hukum di dalam al-Qur’an dan al-Hadis yang memiliki perbezaan dengan setiap darinya tetap ditaati walaupun tidak memiliki persamaan antara satu sama lain.
Seperti ayat pertama di atas, taat kepada ALLAH dan Taat kepada Rasul, tetapi untuk Taat kepada Ulul Amri (pemerintah) ianya bersyarat. Syaratnya, mestilah ianya tidak bertentangan dgn Al-Qur'an dan Sunnah Nabi s.a.w. Kalau perintah itu bertentangan maka tiada lagi kewajipan utk taat. Tapi taat pada Rasul itu adalah Mutlak.
Oleh itu perintah al-Qur’an wajib ditaati dan perintah al-Hadith wajib ditaati sekalipun tidak ada perhubungan atau kesamaan antara kedua-duanya. (tentang ketaatan pada Rasul dan otoriti gubal hukum telah dibincangkan sebelum ini - lihat kaitannya antara satu sama lain..kalau Al-Qur'an itu bukan dari sisiNya pasti kita akan lihat perselisihan yang banyak!)
Seperti contoh bab Wudhu' di atas tadi, tidak ada membicarakan sah, batal, rukun wudhu' itu dalam al-Qur'an tapi diperincikan dalam Hadith Nabi s.a.w. Adanya perintah mengulangi wudhu’ kerana beberapa sebab yang membatalkannya, ia wajib ditaati sekalipun ia hanya disebut oleh al-Hadis dan tidak disebut oleh al-Qur’an.
Keterangan dalam perenggan terakhir di atas diperkuatkan lagi dengan kehadiran ayat-ayat yang hanya memerintahkan ketaatan kepada Rasulullah s.a.w. dan larangan menderhakainya secara bersendirian sahaja. Dalam ayat berikutnya Ketaatan disebut pada baginda s.a.w. sahaja . Kali ini ianya dAlam bentuk ini tiada lagi bentuk ayat 'Taat ALLAH dan Rasul' dan 'Taatilah ALLAH dan Taatilah Rasul'. Hanya taat kepada baginda sahaja yang disebut)
Firmanullah:
Dan dirikanlah kamu akan sembahyang serta berilah zakat; dan taatlah kamu kepada Rasulullah supaya kamu beroleh rahmat. (an-Nur:56)
Terjemahannya:
Dan jika kamu taat kepadanya (Muhammad) nescaya kamu beroleh hidayah petunjuk. (an-Nur:54)
Firmanullah:
Terjemahannya:
Pada hari itu orang-orang yang ingkar dan derhaka kepada Rasulullah, suka jika mereka disama ratakan dengan tanah (ditelan bumi), dan (ketika itu) mereka tidak dapat menyembunyikan sepatah kata pun dari pengetahuan Allah. (an-Nisaa’ :42)
Terjemahannya:
Dan sesiapa yang menentang (ajaran) Rasulullah sesudah terang nyata kepadanya kebenaran pertunjuk (yang dibawanya), dan ia pula mengikut jalan yang lain dari jalan orang-orang yang beriman, Kami akan memberikannya kuasa untuk melakukan (kesesatan) yang dipilihnya, dan (pada hari akhirat kelak) Kami akan memasukkannya ke dalam neraka jahanam; dan neraka jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.(an-Nisaa’:115)
Ayat akhir ini mematahkan hujjah aqli Golongan sesat anti Hadith kononnya umat ini lemah. Mereka berhukum dari kacamata duniawi dan kacamata Yahudi yg begitu sayangkan dunia ini. Mereka tidak menimbang mengikut neraca ALLAH. Ancaman ALLAH itu benar dan pasti akan berlaku. Marilah kita semua bertaubat dan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadith.
4 ayat di atas menerangkan perintah untuk mentaati Rasulullah s.a.w. dan larangan menderhakainya dan sebagaimana yang telah disebut, perintah larangan ini ditujukan khusus terhadap diri Rasulullah s.a.w sahaja.
Sebenarnya ayat yg diatas ini sudah cukup untuk mendedahkan pendustaan Adli golongan Anti Hadith ini yang mengatakan
Mereka ini pemalas. Baca satu ayat sudah mula membuat hukum. Perkataan Dusta mereka itu cukup disanggah dgn ayat di atas yg mana menunjukkan ayat perintah taat pada Rasulullah s.a.w. tanpa disertai dgn Nama ALLAH seperti mana kaum sesat itu dakwa.
Namun utk meraikan disiplin ilmu, maka dirungkaikan bentuk atau ragam ayat ayat AL-Qur'an ini untuk mereka yang mahu berfikir dan menggunakan akal yang sihat.
Keempat empat ayat akhir di atas ini menunjukkan perintah mutlak mentaati segala ajaran, perintah, larangan dan hukum Rasulullah tanpa mengambil kira sama ada ia terkandung dalam al-Qur’an atau tidak.
Untuk Umat Islam yang lainnya, jikalau tuan puan ingin mengenal ALLAH, menambah Ilmu tentang Addin ini, sini bukan tempatnya. Silalah ke forum lainnya ya. Di sini forum anti Hadith, mereka tak sama aqidah dgn kita nanti tuan puan akan keliru pula. Apapun, yg terbaik, utk guru Aqidah, sila berguru dgn guru yang muktabar dan dimaklumi umat. Sekian.
Sebenarnya ada lagi ayat ayat lain lagi yang berbentuk seperti itu contohnya ‘Ali Imran:32, al-Anfal :46, al-Ahzaab:71, Kesemua ayat ayat tersebut adalah dalam bentuk atau ragam yang sama, 'Taat ALLAH dan Rasul.'
Maka sekarang kita lihat ayat ayat lain yang memerintahkan supaya Taat kepada Rasul tapi dalam bentuk atau ragam yang berbeza insyaALLAH. Bentuk yang kedua ini bila diperhatikan dan dikaji oleh para 'alim ulama' ianya bermaksud ayat perintah yang memerintahkan ketaatan kepada Allah SW.T. dan Rasulullah s.a.w. dengan perkataan “taat” hanya disebut dua kali bagi setiap perintah.
Firmanullah:
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَوَأُوْلِى ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ
Terjemahan:
Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada “Ulil-Amri” (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. (An-Nisaa’ :59)
وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَۚ فَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ فَإِنَّمَا عَلَىٰرَسُولِنَا ٱلۡبَلَـٰغُ ٱلۡمُبِينُ
Terjemahannya:
Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasulullah; maka kalau kamu berpaling, sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata. (AT-Taghabun:12)
وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَٱحۡذَرُواْۚ فَإِن تَوَلَّيۡتُمۡفَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلۡبَلَـٰغُ ٱلۡمُبِينُ
Terjemahannya:
Dan [b]taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasul Allah, dan awaslah (janganlah sampai menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya). (al-Maidah 5:92)
Dua ragam atau bentuk susunan ayat yang berbeza ini bukanlah sesuatu yang sia sia di dalam al-Qur’an, ianya adalah tanda kemukjizatan dan kekayaaan gaya bahasanya (Arab).
Ragam dan bentuk susunan yg diketengahkan oleh Adli hanya menyebut perintah “taat” sekali, iaitu Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Secara umumnya tafsirannya bererti ianya mewakili ketaatan kepada ajaran, perintah, larangan dan hukum di dalam al-Qur’an dan al-Hadis yang ada persamaan di antara kedua-duanya. Justeru kerana adanya persamaan tersebut, adalah memadai perintah taat disebut sekali sahaja diawalnya. Begitulah bentuk olahan bahasa mengikut BAHASA ARAB. Ianya saling berkait dan tidak menggunakan basa basi yang meleret leret. Perkara ini sukar difahami oleh mereka yang membaca terjemahan Al-Qur'an dan tidak memahami lughatul Qur'an itu sendiri.
Sepertinya mana contohnya perintah wajib berwudhu di dalam solat, ia diwajibkan oleh al-Qur’an dan juga oleh al-Hadis.
Maka perkara seperti ini, ragam dan bentuksusunan kedua pula mengulangi kata “taat” bagi setiap perintah, iaitu Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, bererti ia merangkumi ketaatan kepada ajaran, perintah, larangan dan hukum di dalam al-Qur’an dan al-Hadis yang memiliki perbezaan dengan setiap darinya tetap ditaati walaupun tidak memiliki persamaan antara satu sama lain.
Seperti ayat pertama di atas, taat kepada ALLAH dan Taat kepada Rasul, tetapi untuk Taat kepada Ulul Amri (pemerintah) ianya bersyarat. Syaratnya, mestilah ianya tidak bertentangan dgn Al-Qur'an dan Sunnah Nabi s.a.w. Kalau perintah itu bertentangan maka tiada lagi kewajipan utk taat. Tapi taat pada Rasul itu adalah Mutlak.
Oleh itu perintah al-Qur’an wajib ditaati dan perintah al-Hadith wajib ditaati sekalipun tidak ada perhubungan atau kesamaan antara kedua-duanya. (tentang ketaatan pada Rasul dan otoriti gubal hukum telah dibincangkan sebelum ini - lihat kaitannya antara satu sama lain..kalau Al-Qur'an itu bukan dari sisiNya pasti kita akan lihat perselisihan yang banyak!)
Seperti contoh bab Wudhu' di atas tadi, tidak ada membicarakan sah, batal, rukun wudhu' itu dalam al-Qur'an tapi diperincikan dalam Hadith Nabi s.a.w. Adanya perintah mengulangi wudhu’ kerana beberapa sebab yang membatalkannya, ia wajib ditaati sekalipun ia hanya disebut oleh al-Hadis dan tidak disebut oleh al-Qur’an.
Keterangan dalam perenggan terakhir di atas diperkuatkan lagi dengan kehadiran ayat-ayat yang hanya memerintahkan ketaatan kepada Rasulullah s.a.w. dan larangan menderhakainya secara bersendirian sahaja. Dalam ayat berikutnya Ketaatan disebut pada baginda s.a.w. sahaja . Kali ini ianya dAlam bentuk ini tiada lagi bentuk ayat 'Taat ALLAH dan Rasul' dan 'Taatilah ALLAH dan Taatilah Rasul'. Hanya taat kepada baginda sahaja yang disebut)
Firmanullah:
وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَلَعَلَّڪُمۡ تُرۡحَمُونَ
Dan dirikanlah kamu akan sembahyang serta berilah zakat; dan taatlah kamu kepada Rasulullah supaya kamu beroleh rahmat. (an-Nur:56)
..وَإِن تُطِيعُوهُ تَهۡتَدُواْۚ
Terjemahannya:
Dan jika kamu taat kepadanya (Muhammad) nescaya kamu beroleh hidayah petunjuk. (an-Nur:54)
Firmanullah:
يَوۡمَٮِٕذٍ۬ يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَعَصَوُاْ ٱلرَّسُولَ لَوۡ تُسَوَّىٰبِہِمُ ٱلۡأَرۡضُ وَلَا يَكۡتُمُونَ ٱللَّهَ حَدِيثً۬ا
Terjemahannya:
Pada hari itu orang-orang yang ingkar dan derhaka kepada Rasulullah, suka jika mereka disama ratakan dengan tanah (ditelan bumi), dan (ketika itu) mereka tidak dapat menyembunyikan sepatah kata pun dari pengetahuan Allah. (an-Nisaa’ :42)
وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰوَيَتَّبِعۡ غَيۡرَ سَبِيلِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦجَهَنَّمَۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا
Terjemahannya:
Dan sesiapa yang menentang (ajaran) Rasulullah sesudah terang nyata kepadanya kebenaran pertunjuk (yang dibawanya), dan ia pula mengikut jalan yang lain dari jalan orang-orang yang beriman, Kami akan memberikannya kuasa untuk melakukan (kesesatan) yang dipilihnya, dan (pada hari akhirat kelak) Kami akan memasukkannya ke dalam neraka jahanam; dan neraka jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.(an-Nisaa’:115)
Ayat akhir ini mematahkan hujjah aqli Golongan sesat anti Hadith kononnya umat ini lemah. Mereka berhukum dari kacamata duniawi dan kacamata Yahudi yg begitu sayangkan dunia ini. Mereka tidak menimbang mengikut neraca ALLAH. Ancaman ALLAH itu benar dan pasti akan berlaku. Marilah kita semua bertaubat dan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadith.
4 ayat di atas menerangkan perintah untuk mentaati Rasulullah s.a.w. dan larangan menderhakainya dan sebagaimana yang telah disebut, perintah larangan ini ditujukan khusus terhadap diri Rasulullah s.a.w sahaja.
Sebenarnya ayat yg diatas ini sudah cukup untuk mendedahkan pendustaan Adli golongan Anti Hadith ini yang mengatakan
Jika kita renungi kata "taat kepada Rasul" yang disebut dalam Quran, pasti digandingkan dahulu dengan "taat kepada Allah". Dengan kata lain, tidaklah seseorang manusia itu dikatakan taat kepada Rasul jika tidak taat kepada Allah.
Mereka ini pemalas. Baca satu ayat sudah mula membuat hukum. Perkataan Dusta mereka itu cukup disanggah dgn ayat di atas yg mana menunjukkan ayat perintah taat pada Rasulullah s.a.w. tanpa disertai dgn Nama ALLAH seperti mana kaum sesat itu dakwa.
Namun utk meraikan disiplin ilmu, maka dirungkaikan bentuk atau ragam ayat ayat AL-Qur'an ini untuk mereka yang mahu berfikir dan menggunakan akal yang sihat.
Keempat empat ayat akhir di atas ini menunjukkan perintah mutlak mentaati segala ajaran, perintah, larangan dan hukum Rasulullah tanpa mengambil kira sama ada ia terkandung dalam al-Qur’an atau tidak.
Untuk Umat Islam yang lainnya, jikalau tuan puan ingin mengenal ALLAH, menambah Ilmu tentang Addin ini, sini bukan tempatnya. Silalah ke forum lainnya ya. Di sini forum anti Hadith, mereka tak sama aqidah dgn kita nanti tuan puan akan keliru pula. Apapun, yg terbaik, utk guru Aqidah, sila berguru dgn guru yang muktabar dan dimaklumi umat. Sekian.

abu_muaz- Pensyarah
- Number of posts: 551
Reputation: 0
Credits: 2081
Registration date: 2008-04-19
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
masa nabi ada memang la kena ikut segala kata dia kerana terbukti beliaulah yg paling hebat dalam segenap segi . setiap kata beliau adalah hikmah . bila beliau tak ada kita kena mohon petunjuk dari allah dgn baca quran sebab itulah sumber yg di jaga dgn janji allah .

slipar- Pensyarah
- Number of posts: 733
Reputation: -1
Credits: 1864
Registration date: 2009-04-18
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
slipar wrote:masa nabi ada memang la kena ikut segala kata dia kerana terbukti beliaulah yg paling hebat dalam segenap segi . setiap kata beliau adalah hikmah . bila beliau tak ada kita kena mohon petunjuk dari allah dgn baca quran sebab itulah sumber yg di jaga dgn janji allah .
Ada bukti wahyu?
Tong kosong tak pakai.

abu_muaz- Pensyarah
- Number of posts: 551
Reputation: 0
Credits: 2081
Registration date: 2008-04-19
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
bayau wrote:Sesiapa pun boleh silap sebab manusia itu ada kelemahannya. Lainlah kalau ada orang yang memang nyata dia silap tapi masih menegakkan benang yang basah.
Rasanya kesilapan Adli itu adalah perkara yang kecil dan boleh diperbetulkan. Lihatlah bagaimana caranya Allah menjaga Al-Quran.
Dah kau kata golongan kau dapat wahyu dari Allah,tak kan boleh silap pula....Kau cakap semua hujah golongan kau datang dari Allah....

Zahabur- Pensyarah
- Number of posts: 535
Reputation: 9
Credits: 1670
Registration date: 2009-04-23
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
Zahabur wrote:bayau wrote:Sesiapa pun boleh silap sebab manusia itu ada kelemahannya. Lainlah kalau ada orang yang memang nyata dia silap tapi masih menegakkan benang yang basah.
Rasanya kesilapan Adli itu adalah perkara yang kecil dan boleh diperbetulkan. Lihatlah bagaimana caranya Allah menjaga Al-Quran.
Dah kau kata golongan kau dapat wahyu dari Allah,tak kan boleh silap pula....Kau cakap semua hujah golongan kau datang dari Allah....


abu_muaz- Pensyarah
- Number of posts: 551
Reputation: 0
Credits: 2081
Registration date: 2008-04-19
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
Video di atas adalah berkenaan Nabi Palsu yang mengaku Sebagai Nabi Umat Melayu ini (rasul Melayu). Dia ni ahli akal jugak.. antara hujjah dia tu memang sama dgn hujjah anti hadith di sini. Antaranya:
1. Dia ikut Al-Qur'an, takkan ikut Al-Qur'an tak betul? (sounds familiar?)
2. Ada lagi Rasul setelah Muhammad s.a.w. (dgn dia mengaku Rasul khusus umat ini)
3. Surah Yassin turun pada dia (dia dapat wahyu/ilham direct dari ALLAH)
4. Mengata org tak faham Al-Qur'an, dia yg lebih faham (padahal sesat)
5. Solat 5 waktu tak ada dalam Qur'an. - "u tunjukkan ayat mana surah mana tuhan suruh sembahyang 5 waktu - "sabda" Nabi Palsu ini. (biasa dengar tak ayat ayat cam tu kat sini?)
6. Menyeleweng ayat Qur'an utk membenarkan kata kata dia. - Contoh mengatakan Surah Ibrahim ayat 4 tu sebagai merujuk kpd Perlantikkan dia jadi Rasul Melayu.
7. Sembahyang ORg Islam sekarang semuanya salah, cara dia je betol. - (Komentar oleh wartawan)
8. Sembahyang 5 waktu bukan sembahyang yg sebenar tapi rekaan org terdahulu - Geng kat sini kata ikut nenek moyang, lebih kurang la.
9. Ngaku buleh bagi Syafaat. - ada beza skit geng kat sini, sini kata diri sendiri bagi syafaat utk diri sendiri tapi dua dua bersepakat kata Nabi Muhammad tak bagi syafaat melainkan mereka sendiri.
10. Ada pengikut Taksub yang tak reti apa apa, main ikut jer.
Korang tengok la sendiri ya.. Ambil pengajaran betapa jalan ke akhirat itu penuh onak dan duri...perbanyakkan berdoa agar terus berada di jalan yang lurus. Pada yang tersesat, lautan keampunan ALLAH amatlah luas..bertaubatlah dan pulanglah ke pangkal jalan.

abu_muaz- Pensyarah
- Number of posts: 551
Reputation: 0
Credits: 2081
Registration date: 2008-04-19
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
Yang ini Nabi Palsu muncul di Indonesia.
Ahli Akalan juga tapi yg ni tahu skit berbahasa Arab. Diaquote ayat dalam Bahasa Asal, tapi seleweng tafsirannya.
Hujjahnya yang sama dgn geng anti hadith di sini ialah:
1. Haji belum wajib - belum dapat wahyu cara utk haji tu macam mana.
2. Solat belum wajib atas sebab yg sama - yg ni tak sama sebab geng kat sini tolak solat 5 waktu, namun dari segi 'belum dapat ilham/wahyu itu sama dgn geng di sini.
3. Umat Islam tak faham Al-Qur'an, dia je yang faham.
p/s:Tapi mamat ini akhirnya bertaubat dan kembali ke jalan Islam yang benar.

abu_muaz- Pensyarah
- Number of posts: 551
Reputation: 0
Credits: 2081
Registration date: 2008-04-19
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
dok jaja cerita orang la ... ko tambah sikit, lombo tambah sikit .. lama2 jadi riwayat .

slipar- Pensyarah
- Number of posts: 733
Reputation: -1
Credits: 1864
Registration date: 2009-04-18
Re: Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
Ambil riwayat dari perawi yg sohih...sahabat yg hidup dizaman Rasulullah saw...

WARIS- Ketua Siswa-Siswi
- Number of posts: 135
Reputation: 0
Credits: 1245
Registration date: 2009-05-18
Page 7 of 7 •
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
Similar topics» cute Babies masha Allah
» Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
» May Allah rub his nose in the dust, that person who..
» Allah Yang Mencipta
» Are the Statements of the Pious Salaf -on Allah's Elevation- About Status ?
» Ikutlah Pesuruh ALLAH itu..
» May Allah rub his nose in the dust, that person who..
» Allah Yang Mencipta
» Are the Statements of the Pious Salaf -on Allah's Elevation- About Status ?
e-mindakita :: Minda Umum :: Islam
Page 7 of 7
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum