Asabakri Siswa/Siswi


Number of posts: 68 Points: 873 Reputation: 0 Registration date: 2008-06-11
 | Subject: JANGANLAH MENGAMBIL ILMU KECUALI DARI AHLUS SUNNAH Fri Jul 03, 2009 4:57 pm | |
| JANGANLAH MENGAMBIL ILMU KECUALI DARI AHLUS SUNNAH
Oleh : Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi
Imam Muhammad bin Sirin pernah berkata : Sesungguhnya ilmu itu adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil ilmu.
Beliau juga berkata : Mereka (salaf/sahabat) dahulu tidak pernah bertanya tentang isnad (silsilah periwayat hadits) tetapi ketika terjadi fitnah mereka berkata : sebutkan kepada kami guru-guru kalian. Lalu dilihat, bila dia Ahlus Sunnah maka diambil haditsnya, tapi jika ahli bidâah maka ditolak haditsnya.[7]
Pada saat sebagian mereka yang bertaubat tidak memperdulikan untuk mengenal pokok dan ketentuan ini, mereka menjadi santapan syubhat, dan sasaran permainan orang-orang yang mengaku-ngaku salafi dan punya ilmu, tidaklah seseorang yang mengaku dirinya memiliki ilmu dan (pura-pura) menampakkan hubungannya dengan kibarul ulama Ahlus Sunnah melainkan kamu mendapatkan para pemuda yang baru bertaubat telah duduk mengelilinginya tanpa diteliti hakikat, dan tanpa diperiksa sejarah hidupnya, ketika dia melihat pengikutnya sudah sangat banyak, dan para pendukungnya sudah sangat menyukainya mulailah dia menampakkan apa yang disembunyikannya dan yang diinginkannya, kamu melihatnya mulai menyeru kepada kepemimpinan dalam dakwah, atau kepada persatuan (antar semua golongan-pent), atau yang lainnya dari hal-hal yang menyelisihi pokok-pokok Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Pada waktu itulah mereka yang baru bertaubat mulai tampak goncang dan terpecah menjadi dua kelompok atau tiga : kelompok pendukung, kelompok oposisi, dan kelompok yang bingung, sesungguhnya hal ini terjadi karena dua hal :
Pertama : tidak adanya keinginan mereka (yang bertaubat) untuk menuntut ilmu yang bermanfaat terutama tentang pokok-pokok ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah, karena ilmu merupakan penjaga bagi pemiliknya dari ketergelinciran.
Tidakkah kamu melihat bagaimana ilmu itu bisa menjaga Abi Bakroh rodhiyallahu anhu- pada waktu perang Jamal ketika mereka mengangkat Aisyah Ummul mukminin -rodhiyallahu anha- maka sebuah hadits yang beliau dengar dari Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- menjaganya, beliau bersabda :
“ketika mendengar kabar matinya Kisra/raja persi dan pengangkatan anak perempuannya (sebagai ratu-pent) - : Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita, ketika terjadi fitnah beliau ingat hadits ini maka beliau terjaga darinya, yang mana beliau berkata : Allah menjagaku dengan sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam- pada waktu matinya Kisra, beliau bertanya : siapa yang akan mengantinya : mereka menjawab : anak perempuannya.
Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam- bersabda : tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh wanita, beliau (Abu Bakroh) berkata : ketika Aisyah datang ke Bashroh aku ingat sabda Rasulillah shallallahu alaihi wa sallam- ini, maka Allah menjagaku dengannya)[8] .
Kedua : tidak adanya rujuk kepada ahli ilmi, karena seharusnyalah untuk bertanya kepada ahli ilmu atau kepada muridnya dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang mengenal orang yang ingin diambil darinya ilmu, dan ditanya : apakah dia itu dari tholibul ilmi as-salafi atau bukan ? apakah dia itu betul-betul belajar ilmu yang benar yang layak untuk diambil ilmunya atau tidak ?
Jika jawabannya tidak maka selesai perkara –alhamdulillah-, jika jawabannya positif maka ditimba darinya ilmu tanpa adanya fanatik tapi ditempatkan pada kedudukannya yang layak.
Ini adalah point yang sangat penting yaitu membedakan antara ahli ilmi ar-rabbani yang merupakan rujukan dalam masalah-masalah ilmiyah dan dalam masalah (nazilah) yang sedang terjadi seperti dua orang imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani [9]dan Abdul Aziz bin Abdillah Bin Baz [10]–rahimahumallah- dan yang masih hidup diantara mereka dari kalangan ulama’ rabbani seperti Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin,[11] Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan, Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali dan Syaikh kami Muqbil Bin Hadi Al-Waadi’i[12] serta yang setingkat dengan mereka dari kalangan ahli ilmi dan fatwa dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mereka itu memiliki kedudukan masing-masing.
Dan antara tholibil ilmi yang dikenal ilmu dan berpegang teguhnya dengan sunnah lewat buku-buku mereka serta pujian ahli ilmi ar-rabbani bagi mereka, mereka itu memiliki kedudukan masing-masing.
Dan antara yang dibawah mereka dari tholibul ilmu yang dikenal kesalafiyaannya serta kemampuannya dalam mengajar.
[Dialihbahasakan dari : al-Washayya as-Saniyyah lit-Ta`ibi as-Salafiyyah Oleh Abu Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi -Hafidhahullahu-, Alih Bahasa : Abu Abdirrahman as-Salafy, Lc] _________ Foote Note [7] Diriwayatkan oleh Muslim dalam mukaddimah shohihnya. [8] Diriwayatkan oleh Bukhari (7099), Nasai (5403) dan Tirmidzi (2365) dan ini adalah lafadz beliau. [9] Al-Imam Al-‘Allamah Al-Mujaddid Al-Muhadits Al-Faqih As-Salafy penolong sunnah dan pembasmi bid’ah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh Al-Albani, beliau –rahimahullah- lahir pada tahun 1334 H dan wafat pada 22 jumadits tsani 1420 H –pent. [10] Mujaddid millah Imam Ahlus Sunnah Samahatusy syaikh Al-‘Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, beliau –rahimahullah- lahir pada bulan dzulhijjah 1330 H dan wafat pada 27 Muharram 1420 H –pent. [11] Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah al-faqih al-fadhil az-zahid al-wari’ Al-‘Allamah fadhilatusy syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin At-tamimi, beliau lahir pada 27 ramadhan 1347 H dan wafat pada 15 syawwal 1421 H –pent. [12] Beliau telah wafat, rahimahullahu,
.
|
|
Adli Profesor Madya


Number of posts: 1848 State:  Points: 2466 Reputation: 4 Registration date: 2008-04-13
 | Subject: Re: JANGANLAH MENGAMBIL ILMU KECUALI DARI AHLUS SUNNAH Fri Jul 03, 2009 11:32 pm | |
| Dulu ahli-ahli kitab Yahudi pun tidak menerima ilmu yang Nabi Muhammad sampaikan sebab tidak menyamai dengan ajaran nenek moyang mereka. Bagi mereka, apa yang diajar oleh ahli-ahli kitab dan pendeta mereka itu sahaja betul. Jika umat Islam sekarang pun sama juga mentalitinya dengan anggap ilmu itu milik sekelompok manusia, maka tiada bezanya mereka dengan kaum Yahudi terdahulu. Sedangkan ilmu itu milik Allah bukan milik sekelompok manusia. Nampak tak bagaimana pemikiran seperti kaum Yahudi terdahulu telah meresap dalam ramai umat Islam sekarang?  _________________ Tiada tuhan yang disembah selain Allah. (Berpeganglah hanya pada bukti-bukti yang Allah tetapkan) Nabi Muhammad itu hanyalah pesuruh Allah. (Bukti kebenaran bukannya terletak pada nama seorang Nabi) Dan aku berlepas diri daripada orang-orang yang mentaati sumber selainNya (menyekutu Allah).
|
|
Admin Canselor


Number of posts: 3753 State:  Points: 2389 Reputation: 5 Registration date: 2008-04-06
 | Subject: Re: JANGANLAH MENGAMBIL ILMU KECUALI DARI AHLUS SUNNAH Fri Jul 03, 2009 11:35 pm | |
| Dari segi tajuk threadnya "JANGANLAH MENGAMBIL ILMU KECUALI DARI AHLUS SUNNAH" sudah nampak ada larangan mengambil ilmu2 lain. apakah ilmu AS ini dapat memberikan petunjuk? apakah buktinya mengambil ilmu dari AS ini akan dapat melahirkan umat islam yang kuat? apakah ada dalil dari al-quran yang melarang supaya tidak mengambil ilmu2 lain kecuali ilmu dari AS?
Kita lihat apa kata Allah dalam al-quran.
39:18. Yang mendengar ucapan, dan mengikuti yang paling baik daripadanya, mereka itulah orang-orang yang Allah memberi petunjuk kepada mereka; mereka itu, merekalah orang-orang yang mempunyai minda.
Tuhan suruh kita supaya mendengar setiap ucapan (ilmu) dan mengikuti yang paling baik agar mendapat petunjuk. Ada golongan yang melarang mengambil ilmu selain daripada ilmu dari golongannya sahaja. Bukankah ini bermaksud supaya umat islam menjadi pak turut, tidak menggunakan akal dan hanya terhad kepada ilmu dari golongan2 tertentu shj? tidakkah ini bercanggah dengan ayat al-quran? jika ianya sudah bercanggah dengan ayat al-quran, apakah kita harus menerima pakai kenyataan ini? |
|
Adli Profesor Madya


Number of posts: 1848 State:  Points: 2466 Reputation: 4 Registration date: 2008-04-13
 | Subject: Re: JANGANLAH MENGAMBIL ILMU KECUALI DARI AHLUS SUNNAH Sat Jul 04, 2009 12:04 am | |
| Berdasarkan ayat 39:18 itu, orang yang mendengar dan mengikut yang paling baik dikatakan orang yang berakal, maka yang mendengar sumber dari yang sesuatu kelompok sahaja menunjukkan mereka orang yang tak berakal. Mereka tidak tahu membezakan mana yang benar dan mana yang dusta dam beranggapan dari mereka sahaja benar.
Begitulah Al Quran sendiri menyanggah dakwaan segolongan manusia yang beragama tak guna rasional dan sekadar ke arah ketaksuban dan kepuakan sahaja.
Dunia sudah semakin terbuka. Manusia sudah ramai yang berfikir. Apakah patut kita percaya lagi kepada ajaran yang ke arah kesempitan sebegitu? _________________ Tiada tuhan yang disembah selain Allah. (Berpeganglah hanya pada bukti-bukti yang Allah tetapkan) Nabi Muhammad itu hanyalah pesuruh Allah. (Bukti kebenaran bukannya terletak pada nama seorang Nabi) Dan aku berlepas diri daripada orang-orang yang mentaati sumber selainNya (menyekutu Allah).
|
|